Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tugu Daendels Pekalongan korban vandalisme

Tugu Daendels Pekalongan korban vandalisme Tugu Daendles Pekalongan. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Tugu Daendels atau tugu MYPAAL atau lebih dikenal dengan sebutan tugu nol kilometer masih berdiri kokoh di Kawasan Jatayu Pekalongan. Tugu itu saksi bisu sejarah panjang bangsa Indonesia di era kolonial Belanda.

Dalam bahasa Belanda, MYL artinya satuan hitung, PAAL artinya tanda jarak atau titik. Tugu tersebut dibangun saat Gubernur Jenderal belanda Herman Willem Daendels membangun jalan Anyer-Panarukan sejauh 1.100 kilometer pada 1808. Tugu Daendels disebut-sebut sebagai titik 0 atau titik tengah pulau Jawa.

Sayangnya, tugu tersebut justru jadi korban aksi vandalisme. Terdapat coretan di beberapa bagian. Belasan anak muda pecinta budaya Pekalongan merasa miris dengan aksi vandalisme yang mencoreng nilai bangunan bersejarah. Mereka akhirnya membuat gerakan selamatkan bangunan bersejarah dengan mengecat bekas vandalisme di tugu itu, Rabu (6/1).

"Kami sayangkan, ada kelompok yang tidak bertanggungjawab, merusak tugu ini," ujar ahli sejarah Pekalongan, Dirhamsyah.

Teguh, salah satu penggagas aksi selamatkan bangunan sejarah, melihat perlunya dibuat taman khusus untuk menjaga tugu bersejarah tidak dirusak. "Tugu 0 kilometer ini sangat monumental. Kalau tidak segera dibuat taman khusus maka tugu ini hanya seperti seonggok bangunan biasa," katanya.

Menurutnya, sudah waktunya tugu tersebut dijadikan monumen khusus walaupun risikonya harus membongkar jalan di Taman Jatayu. "Untuk itu, kami mengusulkan kepada pemerintah. Agar tugu ini, bisa dijadikan tempat destinasi khusus, jadi taman khusus. Sehingga lebih bermanfaat, dan bisa jadi lestari," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP