Tsunami Banten, Puluhan Pengungsi Mulai Diserang Penyakit
Merdeka.com - Hari keempat setelah tsunami Banten menerjang, puluhan warga Kampung Carita yang mengungsi mulai terserang penyakit. Rata-rata, mereka mengeluhkan ispa, hingga gatal-gatal.
"70-75 persen pengungsi mulai ngeluh sakit. Mayoritas penyakitnya masalah ispa, batuk, filek, flu, pusing-pusing hingga gatal-gatal," kata Dr. Tomas Mediansyah Baskoro di Posko Pengungsian di daerah Tahura-Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (36/12).
Di lokasi pengungsian, katanya, untuk ketersediaan makanan sangat cukup. Namun untuk obat-obatan masih belum sepenuhnya memadai. Apalagi, ada beberapa pengungsi yang menderita penyakit khusus sehingga tidak bisa konsumsi sembarang obat.

"Ada juga beberapa pasien memiliki obat pribadi karena ada musibah ini akhirnya tidak dibawa dan mulai menderita darah tinggi," katanya.
Dia mengimbau kepada masyarakat yang berada di pengungsian tetap menjaga pola hidup dan pola makan yang baik. Jika mulai tubuh menunjukkan gejala-gejala tidak sehat, disarankan segera mengecek ke tim medis di posko setempat.
"Kalau lagi gini jangan malu-malu bilang ke relawan, jangan sampai di tahan-tahan kalau sakit, ditambah hujan terus mengguyur Pandeglang," katanya.
Untuk diketahui, jumlah korban meninggal akibat bencana tsunami Banten sampai Selasa pukul 13.00 Wib yakni meninggal dunia 429 jiwa, 1.485 luka-luka, 154 hilang.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya