Trauma disandera terduga teroris Kaliurang, korban akan didampingi psikolog
Merdeka.com - Seorang perempuan bernama Sulis Khusnul menjadi korban penyanderaan terduga teroris pada Sabtu (14/7) yang lalu. Sulis sempat disandera selama beberapa menit oleh seorang terduga teroris yang mencoba melarikan diri dari kejaran polisi.
Sebelum menyandra Sulis, seorang terduga teroris itu sempat membajak sebuah truk. Truk ini kemudian menabrak sebuah rumah. Usai menabrak rumah, seorang terduga teroris itu mencoba melarikan diri dan menyekap Sulis.
Sulis sempat dikalungi celurit. Sulis akhirnya bisa melarikan diri usai memberontak dan melepaskan diri dari terduga teroris tersebut.
Mengalami kejadian yang menimbulkan trauma seperti itu, Sulis akan mendapat pendampingan dari Polda DIY dengan menyiapkan tim psikolog.
"Iya, Polda DIY siapkan pendampingan. Pendampingan yang disiapkan berupa tim psikolog. Tim ini untuk memulihkan traumatik yang dialami korban penyekapan terduga teroris," ujar Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto, Senin (16/7).
Terkait berapa jumlah tim yang akan mendampingi korban penyekapan, Yuliyanto belum bisa merincinya. Yuliyanto pun mengaku belum tahu akan berapa lama tim itu melakukan pendampingan terhadap korban penyekapan.
"Jumlah anggota tim sesuai kebutuhan. Nanti berapa lama (waktu pendampingan) akan sesuai kondisi di lapangan," urai Yuliyanto.
Yuliyanto menambahkan pihaknya juga masih akan melakukan pengecekan kepada sopir truk yang sempat dibajak seorang terduga teroris juga membutuhkan pendampingan tim psikolog atau tidak. Jika diperlukan, sambung Yuliyanto pihaknya juga akan memberikan tim pendampingan kepada sopir.
"Jika memang membutuhkan pendampingan akan kita fasilitasi," tutup Yuliyanto.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya