Trailer pembawa excavator yang nyangkut wajib diberi sanksi
Merdeka.com - Dari Jumat malam hingga Sabtu dini hari ini terjadi kemacetan parah di ruas tol Jakarta-Cikampek. Meskipun peristiwa nyangkutnya excavator terjadi di ruas arah Jakarta, tetapi kemacetan panjang juga berimbas pada ruas tol arah Cikampek.
Kemacetan mengular hingga puluhan kilometer, baik arah Cikampek maupun Jakarta. Pada ruas arah Cikampek pukul 02.35 WIB, Sabtu (6/4), panjang kemacetan mencapai 17 km. Ujung kemacetan ada di Km 38, sementara ekornya sampai km 31 atau gerbang tol Tambun.
Pantauan merdeka.com, di gerbang utama Cikarang, beberapa mobil dan truk mogok. Hal ini memperparah kemacetan. Pengguna ruas tol Cikampek menyesalkan lambatnya penanganan excavator yang nyangkut.
"Kejadian sekitar pukul 22.00, tetapi hingga pukul 02.00 dini hari, belum juga teratasi," ujar Yanto, pengguna ruas tol Cikampek yang hendak menuju Bandung.
Menurut dia, truk trailer yang membawa excavator wajib dikenai sanksi. "Sanksi ini penting agar menjadi pelajaran bagi kendaraan yang membawa alat berat lain tetapi tidak memperhitungkan kondisi jalan. Akibatnya ribuan orang harus menanggung kerugian waktu dan bahan bakar."
Yanto berharap otoritas yang berwenang bertindak tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran muat di jalan tol.
"Kita kan bayar tol masa harus rugi banyak dengan kemacetan parah seperti ini," kata Yanto yang menghentikan kendaraannya sesudah gerbang tol Cikarang utama.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya