Tragisnya guru bunuh suami dengan martil
Merdeka.com - Polisi menangkap Darkem bin Darno (48), seorang guru perempuan yang tega menghabisi nyawa suaminya Bambang Purwo Mei (56), dengan memukulkan martil di bagian kepala. Pembunuhan keji yang dilakukan Darkem ini, dilatarbelakangi karena sering terjadinya konflik rumah tangga yang dijalani selama 25 tahun menikah.
Darkem mengaku geram karena dirinya selalu dianiaya sang suami sejak awal perkawinan. Bahkan, menurut pengakuannya, ia pernah disuruh minum air kencing saat Bambang mengamuk terhadapnya.
Yang membuat Darkem, marah besar adalah saat dirinya, meminta uang pendidikan untuk biaya kuliah anak pertamanya. Sang suami tidak mau memberikan dam memilih kehilangan keluarga daripada kehilangan harta.
"Saya hanya meminta untuk biaya kuliah anak. Padahal, sudah banyak yang saya jual untuk anak sekolah, tapi dia bilangnya itu agak menyakitkan. Saya khilaf setelah berdiri dan melihat ada palu di atas lemari tanpa pikir panjang, saya masuk kamar dan saya pukul kepalanya hingga 4 kali," ucapnya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 340 subsider 338 KUHP tentang pembunuhan berencana.
Berikut 5 kisah tragis Darkem bunuh suami dengan martil:
Sering dianiaya Suami
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPembunuhan keji yang dilakukan Darkem bin Darno (48) terhadap suaminya, Bambang Purwo Mei (56) dilatarbelakangi konflik rumah tangga yang tak kunjung usai selama 25 tahun menjalani masa pernikahan.Kepala Polres Banyumas, Ajun Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, tersangka mengaku tidak kuat dengan perlakuan korban yang selalu mengasari dirinya, sehingga nekat menghabisi nyawa suaminya itu. "Sudah 7 bulan terakhir, mereka pisah ranjang. Dari pengakuan korban, sudah beberapa kali tersangka merasa dianiaya, bahkan sebelum kejadian itu sendiri mereka sempat bertengkar. Tersangka juga mengalami lebam-lebam di tangan," kata Dwiyono. Saat ini, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu unit sepeda motor G 4899 NY, sebuah palu, kantong plastik, uang tunai Rp 1 juta dan barang-barang lainnya.
Kesal lantaran suami tidak mau membiayai anak sekolah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelama 25 tahun menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai seorang guru, Darkem mengaku selalu menghidupi biaya sekolah anak tanpa sedikit pun ada bantuan dari sang suami. Ia pun kesal, ketika meminta uang kuliah anak kepada Bambang, malah mendapatkan penganiayaan. "Selama saya menjadi PNS, semuanya saya yang menghidupi dan waktu dia punya uang, saya kira mau diberikan kepada anak-anak, tetapi ternyata tidak," ujar Darke, di hadapan petugas.Ia menjelaskan anak-anaknya selama ini membutuhkan biaya pendidikan namun tidak pernah ditanggung. Bahkan, menurut Darkem, suaminya lebih memilih kehilangan keluarga daripada kehilangan harta. "Saya hanya meminta untuk biaya kuliah anak. Padahal, sudah banyak yang saya jual untuk anak sekolah, tapi dia bilangnya itu agak menyakitkan," ucapnya.
Memukulkan martil sebanyak 4 kali
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSaat suaminya tertidur di kamar. Darkem yang tidak bisa menahan kesal lantaran sering dianiaya, langsung menghujani pukulan martil kebagian kepala Bambang sebanyak 4 kali. Bambang pun tewas bersimbah darah, saat sedang tertidur pulas. "Saya khilaf setelah berdiri dan melihat ada palu di atas lemari tanpa pikir panjang, saya masuk kamar dan saya pukul kepalanya hingga 4 kali," kata Darkem, di Mapolres Banyumas, Senin (10/3)Bambang yang sempat terbangun pun akhirnya mencoba menahan serangan dari sang istri, namun nahas ketika itu pula Darkem langsung membekap bagian kepalanya hingga kehabisan napas. "Saat itu, dia sempat mau melawan sambil terlentang, kemudian saya ambil bantal, saya bekap dia," jelas Darkem
Membungkus jenazah korban dengan sprei
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comUsai membunuh, Darkem lalu membungkus jenazah bambang dengan sprei dan plastik untuk menyembunyikan mayat suaminya. Hal itu dilakukan agar tidak dilihat oleh anaknya yang berumur 4 tahun yang saat itu bangun dan menangis. "Kemudian saya keluar kamar dan menidurkan anak saya. Setelah itu anak saya yang berumur 4 tahun saya titipkan di rumah adik saya. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah saya," ungkapnya.Setelah mengantar anaknya itu, Darkem kembali ke rumah dan mengambil plastik serta tambang untuk mengikat korban dengan kain sprei. "kepala korban saya tutup dengan plastik agar darahnya tidak tercecer," tandasnya.
Membuang mayat sekitar 50 kilometer
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetelah membungkus mayat sang suami dengan kain sprei, Darkem pun lalu berniat membuat mayat bambang ke daerah Lumbir, Banyumas yang berjarak sekitar 50 kilometer dari rumahnya dengan menggunakan sepeda motor. "Selanjutnya tersangka membawa korban dengan sepeda motor dengan cara memboncengkannya. Agar tidak dicurigai, tersangka mengikatkan mayat suami dengan badannya," kata Kapolres Banyumas Ajun Komisaris Besar Dwiyono. Setelah berhasil dan tidak diketahui orang, Darkem pun lalu membuang jenazah suaminya tersebut ke dalam sungai. Tak kurang dari waktu 24 jam, Polres Banyumas akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut. "Ketika suasana sepi pelaku membuang jenazah ke sungai, lalu paginya ada yang menemukan," ungkapnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya