Tragis, bayi sakit meninggal di Panti Samuel akibat dibiarkan
Merdeka.com - Tindakan kekerasan dan hingga pelecehan seksual yang dialami 30 anak Panti Asuhan Samuel terus dikaji dan didalami tim pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron. Tim menemukan bukti adanya dugaan pembiaran terhadap balita sakit yang dilakukan pemilik panti Asuhan yaitu Chemuel dan Yuni yang merupakan seorang pemuka agama di Summarecon Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Pimpinan Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saron, Hotma Sitompoel mengatakan penemuan bayi yang meninggal tersebut berdasarkan laporan dari warga sekitar.
"Bayi yang meninggal ini ada dua. Ada salah satu bayi dan bayi itu dibiarkan begitu saja setelah lahir hingga akhirnya salah satu bayi tersebut meninggal dan tidak tahu penyebabnya," kata Hotma di kantor LBH Mawar Sharon, Sunter, Jakarta Utara, Senin (24/2).
Menurut Hotma, kematian bayi tersebut diduga sakit dan dibiarkan oleh pengurus panti asuhan tanpa adanya bantuan medis.
"Kita duga bayi ini sakit dan dilakukan pembiaran sama pemilik panti. Sempat mayat bayi menginap di dalam panti," tambah Hotma.
Tidak berbeda jauh dengan Hotma, Wakil Direktur Divisi Pidana Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron, Yuliana Rosalina menuturkan, bayi yang meninggal diduga akibat sakit tersebut baru berusia 3 bulan dan pihak panti tidak memberikan bantuan Medis sehingga bayi malang tersebut meninggal Selasa 18 Februari lalu.
"Bayi ini diurus sama anak-anak panti yang enggak mengerti mengurus bayi. Dugaan kita sementara ada pembiaran dari pemilik panti bahwa si bayi ini sakit tapi tidak dilakukan tindakan medis," jelas Rosa.
Dia menambahkan, pihak panti hingga kini tidak bersedia melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian bayi tersebut. "Makanya kita bikin laporan ke polisi dan KPAI," tambahnya. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya