Tracing Terus Dilakukan Terkait Pejabat Pemprov Jabar dan Pendiri PKS Covid-19
Merdeka.com - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 melakukan tracing kepada orang terdekat hingga rekan kerja dari pejabat Pemprov Jabar, Muhamad Solihin. Termasuk mantan Ketua Majelis Syura PKS, Hilmi Aminudin yang meninggal dunia dengan status positif Covid-19.
Ketua GTTP Covid-19 Jabar, sekaligus Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan sudah melakukan tes swab kepada keluarga dan lingkaran yang terkait erat dengan almarhum Hilmi Aminudin.
"Hasilnya belum kami peroleh. Kalaupun ada nanti akan disampaikan secara proporsional kepada masyarakat," kata dia saat konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020).
Hal yang sama pun dilakukan kepada keluarga dan lingkungan kerja dari Muhamad Solihin yang sebelum meninggal dunia menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov Jabar. Sejauh ini ada dua anggota keluarga almarhum yang positif terinfeksi virus corona. Namun demikian, dia tak menyebut secara rinci anggota keluarga yang dimaksud.
Mereka yang sudah terkonfirmasi positif telah diisolasi di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Sedangkan, anggota keluarga dan rekan kerja lain yang dites swab masih belum keluar hasilnya.
"Jadi kami sangat berduka, putra terbaik kami di lingkungan pemprov berpulang. Beliau bagi kami pahlawan. Karena yang menyiapkan BPSDM dari nol sampai bisa menyembuhkan ratusan pasien itu adalah pak Solihin. Jadi kami sangat kehilangan. Tentu dengan protokol Covid, di lingkungan dinas sudah dilakukan testing dan tracing. Hasilnya belum keluar," ucap dia.
Khusus untuk Muhamad Solihin, Ridwan Kamil terakhir bertemu sekira seminggu yang lalu. Setelah mendapat informasi bahwa almarhum positif Covid-19, ia langsung melakukan tes PCR.
"Saya sendiri satu hari setelah mendengar beliau terpapar covid-19, saya juga melakukan Swab yang ketiga kali. Hasilnya Alhamdulillah saya negatif," ucap dia.
Acara Musik Rhoma Irama Ditangani Polisi
Lebih lanjut, Ridwan Kamil menyatakan bahwa acara khitanan di Pamijahan, Kabupaten Bogor yang diramaikan dengan acara musik menghadirkan Rhoma Irama sedang ditangani pihak kepolisian.
"Ditindaklanjuti kepolisian untuk memetakan secara proporsional siapa yang bertanggungjawab terhadap tindakan yang punya potensi mengganggu kewaspadaan kita dalam mengendalikan Covid-19," kata dia.
Acara tersebut ia sebut menjadi contoh dari tindakan pelanggaran dan bisa membahayakan masyarakat, sekaligus merepotkan pihak pemerintah. Penanganan ini secara langsung bisa membuyarkan fokus pemerintah yang melakukan pelacakan di tengah alat tes yang terbatas.
"Pada saat ada pelanggaran yang repot siapa? Kepala daerah harus mencari rapid tes, PCR, bayangkan kalau semua orang melakukan tindakan pelanggaran seperti itu, bubar acara harus dirapid. Itu akan melelahkan dan menghabiskan resources," terang dia.
"Sementara kami sedang fokus di tengah keterbatasan rapid dan PCR (melakukan tes dan pelacakan) kepada ODP, PDP dan keluarganya. Ini imbauan kepada warga Jabar jangan melakukan kegiatan yang berpotensi membawa kerumunan terlalu besar tanpa protokol kesehatan," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya