Total Pasien Positif Covid-19 yang Sembuh di Bali Sebanyak 160 Orang
Merdeka.com - Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan terkait perkembangan kasus Covid-19 di wilayah Bali.
Ia menerangkan, untuk pasien Positif Covid-19 yang sembuh hari ini bertambah satu orang yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan bukan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sehingga, secara akumulatif jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh selama ini sebanyak 160 orang.
"Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 160 orang, bertambah satu orang WNI, terdiri dari 1 orang non PMI," kata Indra, di Denpasar, Bali, Selasa (5/5) malam.
Kemudian, untuk pasien yang meninggal dunia tidak ada penambahan tetap 4 orang. Di antara 2 Warga Negara Asing (WNA) dan 2 WNI.
Sementara, untuk pasien positif Covid-19 untuk hari ini bertambah 6 orang sehingga secara akumulatif jumlah pasien positif yang telah ditangani selama ini sebanyak 277 orang.
"Jumlah kumulatif pasien positif 277 orang, bertambah 6 orang WNI, terdiri dari 2 orang PMI dan 4 orang (melalui) transmisi lokal," imbuhnya.
Selanjutnya, untuk jumlah kasus pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di 10 rumah sakit rujukan serta di tempat karantina yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali, sebanyak 113 orang.
"Jumlah pasien positif dalam perawatan 113 orang yang berada di 10 rumah sakit, dan di karantina di Bapelkesmas, BPK Pering dan Wisma Bima," ujar Indra.
253 Kendaraan dan 1.259 Orang Diputarbalik yang Hendak Mudik dari Bali
Selama Operasi Ketupat Agung yang digelar oleh Ditlantas Polda Bali dari sejak 24 April hingga 4 Mei 2020 tercatat ada 253 kendaraan dan 1.259 orang yang putar balik saat akan melakukan mudik.
Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Bali, AKBP Ida Bagus Jembariawan menerangkan, untuk jumlah keseluruhan kendaraan dan orang yang diputarbalikkan itu di Pos Pengamanan dan Penyekatan Polres Badung atau di Pintu Masuk Terminal Mengwi, serta di Pos Penyekatan Selabih, Baturiti dan Antosari.
"Itu ada untuk roda empat 88 (kendaraan), Bus 15, roda dua ada 149, truk ada satu jadi totalnya 253 dan orangnya 1.259," kata Jembariawan saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Selasa (5/5).
Sementara rinciannya, untuk jumlah kendaraan dan orang yang diputarbalikkan pada Pos Penyekatan Selabih, Baturiti dan Antosari, ialah untuk roda empat ada 41 unit, bus ada 5 unit, truk ada satu unit serta roda dua ada 48 unit.
Kemudian, untuk di Pos Pengamanan dan Penyekatan Polres Badung di Pintu Masuk Terminal Mengwi, kendaraan roda empat yang putar balik itu ada 47 unit, bus ada 10 unit, roda dua 101 unit serta 673 orang.
"Itu data sementara karena kita terus update. Iya, itu yang mau mudik, kita periksa memang alasannya ada yang mau pulang ke Jawa ada sebagian di-PHK oleh perusahaan, akhirnya yang (di PHK) kita toleransi," jelas Jembariawan.
Ia juga menjelaskan, aturan itu ditegakkan menyusul larangan mudik yang telah dikeluarkan pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona. Namun, untuk orang-orang yang terkena PHK masih ada toleransi untuk pulang ke kampungnya. Selain, itu ada juga kebijakan Gubernur Bali yang memberikan ruang bila ada surat keterangan rekomendasi dari perusahaan itu diperbolehkan pulang.
"Harapan kita dari Polri yang diimbau Pemerintah tidak mudik untuk menekan penyebaran Covid-19 dan harapan Pemerintah sudah jelas sekali. Tapi, masyarakat ada yang di PHK ada yang tidak bisa bekerja dan tidak makan dan akhirnya pulang. Kita memberikan sepanjang ada rekomendasi surat keterangan (perusahaan)," ujar Jembariawan.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya