Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Toni hidup mewah di dalam bui, 2 pejabat didepak

Toni hidup mewah di dalam bui, 2 pejabat didepak BNN bongkar jaringan sabu internasional di Medan. ©2016 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Kehidupan di balik tembok penjara terkadang tidak sekelam dibayangkan orang. Meski demikian, hanya mereka yang punya duit dan berpengaruh bisa menikmati fasilitas lebih di dalam bui.

Contohnya seorang narapidana Lapas Lubuk Pakam, Deli Serdang, Toni alias TG. Meski sudah divonis 12 tahun penjara, dan baru menjalani masa hukuman setengahnya, dia tetap mengendalikan sindikat narkobanya dari balik terali besi. Bahkan, sel tahanannya disulap supaya nyaman seperti berada di rumah pribadi.

Sel dihuni Toni dilengkapi pendingin ruangan, brankas, lapisan dinding, kamera pengawas, dan perangkat suara buat karaoke. Selain mengendalikan peredaran narkoba, Toni pun mengaku memakai sabu selama di penjara.

"Iya memakai juga di penjara. Saya dapat fasilitas juga," kata Toni saat diinterogasi Direktur Psikotropika dan Prekursor Badan Narkotika Nasional, Brigjen Anjan Pramuka Putra.

Kepala BNN, Komjen Polisi Budi Waseso, tak tinggal diam. Pihak Lapas, lanjut dia, tak bakal bisa lolos dari pemeriksaan.

"Kita masih mendalami keterlibatan pihak lapas, karena yang bersangkutan mendapatkan fasilitas di sana," kata Budi Waseso.

Budi memaparkan, jaringan ini menyelundupkan narkoba asal China. Narkotika itu dibawa melalui jalur laut dari Malaysia. Pengendalinya seorang warga negara Malaysia berinisial B.

"TG ini yang memesannya langsung kepada B," sambung Budi. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP