Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tolak valentine, hijaber di Malang kampanye bagi-bagi jilbab

Tolak valentine, hijaber di Malang kampanye bagi-bagi jilbab Aksi hijabers tolak valentine di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Hari Valentine atau hari kasih sayang tidak dikenal dalam Islam dan budaya Indonesia. Justru perayaan-perayaan valentine dengan seks bebasnya akan menjatuhkan derajat perempuan bermartabat yang seharusnya dijaga.

Para hijaber Kota Malang menggelar kampanye Gerakan Menutup Aurat di arena Car Free Day untuk menolak Valentine Day. Salah satu aksi simpati mereka adalah dengan membagi-bagikan jilbab kepada para pengunjung yang masih belum beljilbab.

"Biasanya 14 Februari dirayakan oleh sebagian sebagai Hari Valentine. Kami melakukan gerakan berhijab, menutup aurat. Kami punya branding sendiri yang kita suarakan," kata Fitri Nurislami, pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Negeri Malang, Minggu (14/2).

Fitri dan puluhan aktivis LDK se-Malang Raya membagi-bagikan sebanyak 200 hijab. Menggelar orasi serta membuka konsultasi jilbab syari.

Mereka mendatangi kumpulan-kumpulan remaja perempuan yang tidak mengenakan hijab. Kepada mereka, dengan aksi simpatik ditawarkan jilbab untuk dikenakan, sambil berbincang santai.

"Selain orasi dan tebar jilbab, juga kita buka hijab corner, konsultasi hijab syari," katanya.

Dalam aksinya sejumlah poster dibentangkan di antaranya 'Hijab I'm in Love, Gerakan Menutup Aurat Arek Malang, Hijab Tanpa Nanti Taat Tanpa Tapi, Hey Cantik Berjilbab Yuk Biar Cantik Dunia Akhirat, dan lain sebagainya.

Aksi simpati menutup aurat, kata Fitri, dilakukan berdasarkan semangat momentum Hari Solidaritas Hijab International. Seorang muslimah di Prancis, Marwah el Sharbini telah didiskriminasikan, dihina karena mengenakan hijab.

"Perempuan tersebut melaporkan ke lembaga HAM internasional, dan tetangga yang selalu menghina itu terancam didakwa bersalah. Tetapi tetangga tersebut justru tidak diterima, yang kemudian membunuhnya saat akan memberikan kesaksian," kisahnya.

Bersyukur tinggal di Indonesia yang tidak melarang mengenakan jilbab. Tetapi di beberapa negara lain masih kesulitan untuk menjalankan syariah berhijab.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP