Tolak UU Cipta Kerja, Sejumlah Mahasiswa Datangi DPRD Sumbar
Merdeka.com - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Sumbar berunjuk rasa di kantor DPRD Sumbar, Kamis (6/4). Dalam aksinya, mahasiswa dari berbagai universitas di Sumbar itu menuntut Undang-Undang Cipta Kerja dicabut.
Pantauan merdeka.com, aksi tersebut dihiasi dengan berbagai spanduk berisi tulisan Sumbar darurat ruang hidup kerakyatan mengugat, HBD omnibuslaw, Perpu tipu-tipu, dewan penghianat, pemerintah tidak pro rakyat, aku benci DPRD aku sayang ayang.
Koordinator Aksi Rifaldi mengatakan, kami hadir hari ini untuk meminta DPRD Sumbar menolak UU Cipta Kerja serta menuntut pemerintah taat terhadap konstitusi yang ada.
"Hari ini kami melihat UU Cipta Kerja tersebut jauh dari kepentingan masyarakat," tuturnya.
Sambungnya, selain itu kami juga menuntut DPRD Sumbar mengawal isu agraria dan pro terhadap rakyat. "Kami melihat persoalan agraria di Sumbar banyak merugikan masyarakat," katanya.
Demonstran gagal bertemu dengan Ketua DPRD Sumbar, lantaran sedang ada agenda kerja di luar kota.
"Perwakilan DPRD Sumbar berjanji akan mempertemukan kita dengan Ketua DPRD sepulang kerja dari luar kota. Jika tidak direspons 7×24 jam, kami akan datang lagi ke sini," tuturnya.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumbar Ali Tanjung menegaskan sikapnya yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja.
"Kita di Sumbar ini sepakat untuk menolak disahkannya UU Cipta Kerja itu. Kita satu suara dengan adek-adek mahasiswa. Kami dari fraksi Demokrat di sini juga tegak lurus dengan ketua umum Partai Demokrat untuk menolak disahkannya UU Cipta Kerja itu," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya