Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tolak penambangan liar, warga lereng Merapi sandera camat & kapolsek

Tolak penambangan liar, warga lereng Merapi sandera camat & kapolsek Warga lereng Merapi sandera Camat dan Kapolsek. ©2015 Merdeka.com/kresna

Merdeka.com - Ribuan warga lereng Gunung Merapi dari desa Hargobinangun, Purwobinangun, Girikerto dan Wonokerto menyandera Camat Pakem dan Turi serta Kapolsek Pakem, dalam aksi blokir jalan dipertigaan Candi, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Selasa (17/2). Mereka tidak akan mengizinkan mereka pulang sebelum alat berat di tambang-tambang liar diturunkan dari desa mereka.

"Kapolsek Pakem, Bu Camat Turi, Pak Camat Pakem tidak boleh turun," kata Koordinator Aksi Sumaryono kepada wartawan.

Dia mengungkapkan warga tidak akan membubarkan diri sampai backhoe benar-benar turun seluruhnya. Mereka juga menebang pohon dan menutup jalan dengan pohon.

Sementara itu Kasi perundang-undangan dan penegakan perda Satpol PP Sleman, Rusdi Rais menjanjikan kepada warga akan mendatangkan trailer untuk mengangkut alat berat turun. Namun setelah tiga jam ditunggu, alat berat tidak kunjung tiba. Hal tersebut membuat warga semakin geram.

Sumaryono pun meminta warga khususnya laki-laki untuk berkumpul. Mereka berencana untuk naik ke area pertambangan menurunkan backhoe tanpa trailer.

"Kepada dukuh, mohon mengumpulkan warganya yang bapak-bapak untuk menambah kekuatan, karena di perempatan Pring sudah ada ratusan preman menghadang di sana," tandasnya.

Warga empat desa ini menolak adanya penambangan liar karena merusak lingkungan. Selain itu ratusan truk yang hilir mudik juga membuat jalan rusak.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP