Tolak pembangunan PLTU, ratusan warga geruduk PTUN Semarang
Merdeka.com - Ratusan warga dari lima desa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (3/9) menggelar aksi di kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jawa Tengah. Mereka menolak terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karanggeneng yang dinilai mereka sudah meresahkan warga sekitar.
Kelima desa yang berada di Kabupaten batang itu berjumlah sekitar 500 orang itu adalah Desa Ujungnrgoro, Desa Karanggeneng, Desa Wonokerso, Desa Ponowareng dan Desa Roban. Mereka berjumlah sekitar 500 orang datang ke kantor PTUN Jawa Tengah di Jalan Abdurahman Saleh Semarang dengan menggunakan 24 truk.
Sambil membawa sejumlah poster dan bendera, massa melakukan orasi sebagai bentuk protes rencana pembangunan PLTU di Batang yang juga dinilai warga hanya akan membuat sengsara di lima desa yang akan terkena imbas dan dampak keberadaan PLTU.
Penolakan warga yang sebagian besar kaum petani atas PLTU Batang ini didasari karena beberapa factor, di antaranya adalah tanah yang akan dipergunakan untuk PLTU merupakan tanah yang subur yang menjadi pencaharian utama warga.
"Lahan warga sangat subur dan irigasinya sangat bagus, bahkan di musim kemarau sekali pun warga tetap bisa panen. Makanya warga tidak akan melepas tanahnya untuk PLTU meski dibeli dengan harga tinggi," ujar Rohmadi (35), salah seorang warga yang menjadi pengatur irigasi pertanian.
Awal Desember 2012 nanti rencananya akan dilakukan pencanangan pembangunan PLTU Batang yang rencananya menjadi PLTU terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 2×1000 MW.
"Dampak negatif dari PLTU lebih besar daripada efek positifnya. Sangat membahayakan terhadap kesehatan warga sekitar," tegas Arif Fiyanto, aktivis Greenpeace yang melakukan pendampingan. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya