Tolak diperiksa, Erwin pukul jatuh pegawai kejaksaan
Merdeka.com - Suasana di dalam Gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan mendadak heboh. Sejumlah karyawan dan pengunjung dikagetkan karena seorang tahanan memukul jatuh pegawai Kejaksaan Negeri Medan.
Kehebohan terjadi sebelum rombongan tahanan dipindahkan ke mobil yang membawa mereka ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta. Orang-orang yang tengah berada di pengadilan dikejutkan teriakan minta tolong dari dalam ruangan tahanan. Ternyata, suara itu berasal balik jeruji besi.
Jeritan itu sontak menarik perhatian. Pasalnya, dari dalam sel, seorang tahanan histeris dan terus berteriak meminta tolong. Dia mengaku hendak dikeroyok oleh para pengawal tahanan (waltah) yang juga pegawai kejaksaan.
Karena menjadi perhatian, tiba-tiba seorang tahanan yang diketahui bernama Erwin, melayangkan pukulan ke rahang Y Ginting, Waltah Kejari Medan. Ibarat pertandingan tinju, pria bertubuh gempal itu roboh sebelum akhirnya bangun kembali.
Ketika akan dinaikkan ke mobil tahanan, Erwin ternyata belum puas. Pria ini sempat mengancam Y Ginting dan seorang petugas lainnya. Dia menuding, keduanya yang telah mengeroyoknya.
"Awas kau ya, kau lihat nanti. Kalau aku keluar ku kejar kau. Belum kenal rupanya kau sama aku,” ujar Erwin dengan nada mengancam.
Tak hanya Erwin, 20 tahanan lain yang sudah berada di dalam mobil tahanan ikut meneriaki korban. "Jangan main-main kau sama kami. Awas kau ya! Jangan coba-coba sama kami. Kau buka baju jaksa kau itu biar tahu pula kau rasa tinju ku," teriak seorang tahanan dari mobil berwarna hijau tua itu.
Guna menghindari situasi yang mulai memanas, mobil tahanan diperintahkan untuk segera bergerak.
Josua, saksi mata, mengatakan kedua petugas termasuk Ginting memang berada di dalam ruang tahanan Pengadilan Negeri. Mereka terlihat akan memukul Erwin. "Memang ada tiga orang di dalam sel tahanan PN Medan, salah satunya Y Ginting itu. Masalahnya aku tidak begitu tahu, tapi yang ku lihat ada laki-laki berpakaian cokelat mau menghajar dia (Erwin)," ucap si pria setengah baya itu.
Sementara itu, korban Y Ginting membantah akan memukul Erwin. Dia mengatakan, mereka hendak memeriksa kantongnya. "Aku mau memeriksa dia, cuma dia itu langsung histeris minta tolong. Mana ada aku pukul dia, malah dialah yang memukul aku sampai tersungkur," tuturnya.
Usai kejadian, Y Ginting mengadukan kejadian itu ke Polsek Medan Baru. Tak lama, sejumlah personel Polsek Medan Baru berpakaian preman meninjau ruang tahanan sementara di PN Medan. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya