Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tolak bubar, buruh baca salawat di tengah guyuran water cannon

Tolak bubar, buruh baca salawat di tengah guyuran water cannon Demo buruh di Istana. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Massa demo buruh hingga saat ini masih bertahan dan melakukan aksi di depan Istana. Mereka secara kompak membaca salawat dan kemudian dilanjutkan zikir bersama walaupun water canon telah menyemprotkan air.

Pantauan di lokasi, massa buruh membuat barikade dan bergandengan tangan memadati badan Jalan Merdeka Barat. Hingga siang tadi, jalan ini ditutup dan lalu lintasnya dialihkan.

Pihak Istana sebelumnya mengajak perwakilan serikat buruh untuk masuk ke dalam Istana dan duduk bersama membahas PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan yang baru saja diteken oleh Presiden Jokowi. Mediasi berjalan alot dan berakhir buntu, PP yang menjadi polemik tetap tak dicabut oleh pemerintah.

"Inti persoalan PP Pengupahan ini adalah mereduksi dan membatasi kenaikan upah buruh, tak lebih dari 9-11 persen. Itu tak dibahas dengan Menaker, Menaker tak ngerti PP ini. Menaker justru menjawab PP ini sangat bagus bagi buruh Indonesia," kata Sekjen KSPI M Rusdi dalam orasinya, Jakarta, Jumat (30/10).

Massa buruh memilih bertahan hingga tuntutannya dikabulkan. Yaitu dicabutnya PP. No 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan.

"Lailahaillah Lailahaillah Lailahaillah," kata massa buruh dengan kompak walaupun disemprot watercanon.

Masing-masing komandan massa buruh meminta agar aksi berlangsung damai dan tak terpancing provokasi. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lapangan tegang dan mencekam.

"Air ini harusnya untuk memadamkan asap bukan untuk menyemprot kita. Subhanallah subhanallah, Allahuakbar Allahuakbar," ucap orator dari atas mobilnya.

Buruh merapatkan barisan dengan membuat barikade dan bergandengan tangan. Aparat polisi lebih bersigap dengan tameng dan pentungan yang dibawanya.

Sempat terjadi mediasi antara Kapolres Jakarta Pusat dengan pengurus serikat pekerja. Namun, mediasi gagal dan berakhir buntu. Polisi berharap massa buruh segera membubarkan diri sedangkan demonstran tetap bertahan hingga PP Tentang Pengupahan ini dicabut.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP