Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tokoh Sunda kecewa Yuddy dan Ferry terdepak dari Kabinet Jokowi

Tokoh Sunda kecewa Yuddy dan Ferry terdepak dari Kabinet Jokowi Menteri Yuddy Chrisnandi. ©2015 merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Terdepaknya dua nama Yuddy Chrisnandy dan Ferry Mursidan Baldan dalam kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla dikritik tokoh Sunda. Dua nama asal Jawa Barat itu dinilai tidak menunjukkan kinerja buruk saat menjabat sebagai Menpan RB dan Menteri Agraria dan Tata Ruang.

"Ini hanya mewadahi dari partai yang bergabung mendadak di perjalanan. Hanya itu kepentingannya. Tidak visioner ke depan, bagaimana masalah bangsa dan negara ini diselesaikan dengan baik," kata Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi saat diminta komentarnya soal perombakan dalam tubuh kabinet kerja, di Bandung, Rabu (27/7).

ferry mursyidan baldan

Ferry Mursyidan Baldan ©2016 Merdeka.com

Perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai dia sebenarnya tidak akan berdampak terhadap kualitas pembangunan. Dilihat dari kualitas pun, Didi menilai orang Sunda memiliki potensi besar yang bisa mendorong jalannya pembangunan.

"Di Jabar ini banyak orang potensial untuk membantu memecahkan masalah negeri ini," ucapnya.

Kualitas menteri asal Jabar pun, lanjutnya, tidak terlalu mengecewakan sehingga pantas jika dipertahankan. "Alasannya apa? Kinerja bagus kok, banyak alasan untuk mempertahankannya," ujarnya.

Dia mengaku kecewa dengan perombakan yang kali kedua dilakukan Jokowi dan Jusuf Kalla ini. Baginya, keterwakilan suku adalah bagian dari sejarah berdirinya Indonesia untuk mengisi jabatan menteri.

"Saat pembentukan (Indonesia), menghendaki adanya penguatan kebersamaan di negara ini yang terkait dengan latar belakang berdirinya Indonesia. Ada kontrak sosial dengan suku-suku di Indonesia. Suku Sunda itu terbesar kedua di Indonesia," paparnya.

Usai Yuddy dan Ferry terdepak, artinya memang tidak ada lagi tokoh Sunda yang menjabat sebagai pembantu presiden tersebut. "Reshuffle ini melihat sebelah mata orang-orang sunda. Itu aja. Ini melihat sebelah mata orang Sunda. Ketika tidak ada Yuddy (tidak ada orang Sunda), ini barang tentu sangat kecewa. Khususnya orang Pasundan, kecewa banget, tidak ada yang mewakili dari kultur Sunda," katanya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP