Toko \'Dadi Luwes\' dirampok, 3 Kg emas raib
Merdeka.com - Kawanan pencuri beraksi membobol toko emas 'Dadi Luwes' di Jl Raya Gemolong-Andong, Dukuh Kacangan, Desa Kacangan, Kecamatan Andong, Boyolali, Jateng. Uang tunai sebesar Rp 52 juta dan perhiasan seberat tiga kilogram yang disimpan di brankas, ludes dibawa kabur pelaku.
Akibatnya, pemilik toko, Eko Harsono (41) warga Bendosari, Sukoharjo mengalamai kerugian sekitar Rp 1,5 miliar.
Kapolres Boyolali AKBP Hastho Raharjo melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Haryadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari korban.
"Ya benar, kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Kasus ini masih kita lakukan penyelidikan secara maksimal," ujar Dwi Haryadi.
Pihak Polres Boyolali juga mengerahkan anjing pelacak dalam melakukan olah TKP. Petugas juga mengumpulkan bukti-bukti dan mencari saksi-saksi di lokasi kejadian untuk dimintai keterangannya.
Dari hasil informasi yang dihimpun merdeka.com Minggu (22/4) kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh karyawan toko emas yang hendak membuka toko. Namun karyawan ini kaget saat membuka brankas yang ada di ruang toko bagian belakang, ternyata sudah kosong. Kemudian dia segera melapor ke pemiliknya, Eko.
"Kejadian itu diketahui salah satu karyawan toko emas pukul 07.00 saat mau membuka toko," kata Dwi Haryadi.
Diduga pelaku beraksi pada dini hari, saat ruko tersebut dalam keadaan sepi. Kebetulan, malam itu toko emas milik korban ini tidak ada yang jaga. Pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang ini masuk melalui kebun kosong belakang toko.
Pelaku masuk dengan membobol pagar belakang, diperkirakan menggunakan linggis. Tembok yang sudah bolong, kemudian pelaku menerobos masuk. Kemudian pelaku membobol jendela toko bagian belakang.
Setelah berhasil masuk toko, pelaku langsung menuju ke brankas dan membobolnya. Pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp 52 juta dan perhiasan emas sekitar 3 kg. Nilai kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai sekitar Rp 1,5 miliar.
Dwi Haryadi menyatakan, pihaknya sudah langsung melakukan olah TKP dengan mengerahkan anjing pelacak. Namun hingga saat ini pelaku belum teridentifikasi dan masih dilakukan pendalaman penyelidikan.
"Pelakunya kemungkinan lebih dari satu orang," imbuh Dwi Haryadi.
Di toko emas itu kebetulan juga tidak dipasangi CCTV, sehingga ciri-ciri pelaku belum diketahui. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui kejadian ini, untuk melapor ke polisi.
"Kami imbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi tentang kejadian ini untuk melapor ke kasat reskrim," tutup Dwi. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya