TNI takkan tambah pasukan di perbatasan Papua
Merdeka.com - TNI tidak akan menambah pasukan di perbatasan Papua meski telah terjadi penembakan Johanes Yanafrom (30), Kepala Kampung Sawi Tami, kabupaten Keerom Papua oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Namun, TNI akan bekerjasama dengan Polri untuk mencari pelaku dan mencari tahu latar belakang penembakan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Pramono Edhi Wibowo, usai menutup pendidikan (Tupdik) sebanyak 302 Taruna TK IV Akademi Militer (Akmil) di Gedung AH Nasution Jl Gatot Soebroto, Kota Magelang, Jateng Senin (2/7).
Pramono juga mengatakan, tidak ada indikasi insiden penyerangan oleh OPM itu melibatkan pihak asing.
"Tidak ada indikasi kesana, apalagi hubungan kita dengan Papua Nugini juga sangat baik," katanya.
Namun diakuinya pelaku penembakan itu ada yang lari ke daerah perbatasan. Namun hal itu tidak mengindikasikan keterlibatan pihak asing.
"Kita masih selidiki siapa pelaku dan latar pelakang sehingga ada insiden semacam ini," katanya.
Diakui dia, hal semacam ini hampir terjadi setiap tahun. "Mereka secara tiba-tiba menyerang dan orangnya selalu berbeda-beda," ujarnya.
Namun demikian, TNI tetap tidak akan menambah pasukan di perbatasan dan akan memaksimalkan pasukan yang saat ini ditempatkan di sana.
Seperti diketahui, Johanes Yanafrom (30) kepala kampung (desa) Sawi Tami, Kabupaten Keerom, Papua, menjadi korban penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Minggu (1/7).
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Erwin Syafitri mengatakan, para pelaku penembakan itu diperkirakan berjumlah 20-30 orang. Sebelumnya, para pelaku tersebut melakukan penembakan ke arah mobil Danyonif 431 dan rombongan yang melakukan patroli rutin. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya