TNI libatkan intelijen awasi netralitas anggota di Pilkada Serentak
Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono akan melibatkan Intelijen untuk memonitor jalannya Pilkada 2018. Hal tersebut guna mengawasi aparat TNI supaya tak ikut campur dalam jalannya pemilihan.
"Dalam hal ini aplikasinya adalah saya akan memberdayakan unsur-unsur intelijen kita untuk memantau itu sampai dengan ke tengah masyarakat dan mereka memberikan laporan kepada kita," kata Mulyono di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), kawasan Jakarta Pusat, Senin (15/1).
"Sehingga masyarakat tidak merasa dibingungkan. Jadi ada pengawasan khusus. Itu adalah wujud dari keseriusan kita dalam rangka menjaga netralitas TNI, " tambahnya.
Mulyono melanjutkan, dalam hal ini TNI belum melibatkan Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memonitor hal itu. Sebab, baginya, ranah tersebut hanya sebagai bentuk pengawasan terhadap internal TNI AD.
"Sementara tidak ada. Ini kan internal kita untuk mengawasi prajurit kita jadi tidak terstruktur dalam tugas tugas pengawasan Pemilu. Tetapi ini untuk kepentingan internal AD dalam rangka memberikan jaminan ke masyarakat kita tetap harus netral," ujar Mulyono.
Sebelumnya, Mulyono memimpin upacara serah terima jabatan kepada sembilan perwira di lingkungan TNI AD. Salah satunya sertijab Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi kepada pada Letjen TNI Agus Kriswanto sebagai Pangkostrad.
Edy sendiri memilih pensiun dini untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018. "Skep pensiunnya sih belum. Tapi proses untuk mengajukan pensiun dini sudah saya setujui, Panglima juga sudah diajukan kepada pimpinan tinggal menunggu prosesnya, Gak ada masalah," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya