TNI larang wartawan liput helikopter yang jatuh di Semarang
Merdeka.com - Petugas jaga Lapangan Udara Utama TNI AD (Lanumad) Ahmad Yani Semarang, melarang wartawan meliput kecelakaan helikopter latih Hughes 300C yang jatuh di komplek bandara sekitar pukul 08.30 WIB.
Belasan awak media ini hanya diizinkan meliput di pos jaga Lanumad, dan ditemui oleh beberapa pejabat yang berkompeten untuk memberikan keterangan dari pangkalan udara.
Kasipam Lanumad Ahmad Yani, Mayor Toni Syafrudin yang menemui wartawan menceritakan kronologis kejadian secara pendek. Berkali-kali dia melarang wartawan mengambil gambar kondisi heli berwarna merah yang rusak parah usai jatuh.
"Kami tidak berwenang mengizinkan masuk. Apalagi komandan tidak berada di lokasi dan untuk heli sendiri itu milik Penerbad Semarang, bukan milik kami. Sehingga kewenangan saat memberikan keterangan harusnya berada di pihaknya," kata Toni kepada wartawan sambil mendapatkan pengawalan beberapa anggota TNI AU, di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Selasa (11/6).
Terpisah, Komandan Pusdik Penerbad Semarang, Kolonel Cpn Agus Sulaksono sampai berita ini ditulis belum dapat dimintai konfirmasi terkait insiden tersebut.
Beberapa kali dihubungi melalui telepon, tidak diangkat. Para wartawan juga beberapa mengirim pesan singkat, namun belum juga mendapatkan balasan. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya