TNI kerahkan satgas kesehatan bantu korban gempa di NTB
Merdeka.com - TNI menerjunkan 200 Batalyon Kesehatan-2 Marinir Jakarta, dan 82 Batalyon Kesehatan 1 Divisi Infanteri 1 Kostrad, ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), usai wilayah tersebut diguncang gempa 7 Skala Richter, Minggu (5/8) petang.
Seluruh personel berikut perlengkapan diterbangkan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules TNI Angkatan Udara, Senin (6/8).
Pemberangkatan Satgas Kesehatan TNI itu akan dilepas oleh Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung. Selain itu, kapal rumah sakit KRI dr Soeharso (990) juga akan diberangkatkan dari Komando Armada II Surabaya. Disiagakan pula 1 Kompi Batalyon Zeni Tempur 10/Jaladri Palaka (atau Yonzipur 10/2) Kostrad yang bermarkas di Pasuruan, Jawa Timur.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan telah menginstruksikan aparat kewilayahan untuk membantu penanganan korban pasca gempa berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebelumnya, atas nama institusi dan pribadi menyampaikan duka mendalam kepada korban dan keluarga korban atas musibah yang terjadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB pada Senin (6/8) pukul 04.00 Wita mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa adalah 82 orang. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sebagian besar korban meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang roboh.
"Daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram, katanya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya