Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

TNI bantu Rizal Ramli soal Pangarmabar jadi Satgas dwelling time

TNI bantu Rizal Ramli soal Pangarmabar jadi Satgas dwelling time Kasad Gatot Nurmantyo dilantik. ©rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tak masalah jika ada payung hukum terkait permintaan Menteri Koordinator Kemaritiman dan ESDM Rizal Ramli agar Pangarmabar menjadi Satgas Dwelling Time. Gatot akan memberikan bantuan kepada Rizal Ramli.

"Jadi begini, saya baru akan bertemu dengan Menteri Maritim. Namun jika mereka meminta itu, akan kita berikan. Semua yang diminta demi melaksanakan visi dan misi pemerintah pasti akan kita berikan, tentunya selama ada payung hukumnya," kata Gatot di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (27/8).

Gatot menjelaskan dalam pertemuannya nanti dengan Rizal Ramli, tentunya akan dibahas apa saja yang diperlukan, apakah butuh Jenderal bintang dua atau tidak. "Tentunya kita harus diskusikan terlebih dahulu, nantinya tugas-tugasnya seperti apa. Karena kita akan orientasi terhadap tugas yang akan dihadapi. Untuk pertemuannya kapan, ya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Tergantung Pak Menko lah," paparnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan apapun yang dibutuhkan untuk negara, pasti akan diberikan oleh Angkatan Laut. "Kita sebagai tentara itu dalam masa damai membantu pemerintah, tetapi kalau melakukan kegiatan dalam satu mision tertentu apalagi berada pada di luar domain TNI tentu harus ada payung hukum," ucapnya.

Ade menjelaskan, dalam pelatihan Angkatan Laut, ada operasi militer selain perang, yang salah satunya membantu pemerintah. Namun, ada beberapa kegiatan tidak spesifik dengan domain kompetensi, profesional dan segala macam.

"Kalau berkaitan dengan dwelling time kan berkaitan dengan masalah bongkar muat ya, berartikan itu, teori-teori antrean lah. Masuknya kapan, keluarnya kapan, berapa lama dan network planning juga sama. Ya kita usahakan bantu," tuturnya.

Terkiat permintaan Rizal Ramli ini, Ade menjelaskan tidak mengganggu kegiatan armabarnya. "Kita memandang itu sebagai operasi selain perang. Itu kan banyak, ada infrastruktur, bencana alam, pembukaan lahan, pembersihan lingkungan, penyelamatan terumbu karang, dan sebagainya," ucapnya.

Lanjutnya, Ade menuturkan mungkin nantinya anggota yang dipilih ditugaskan untuk membantu arus kelancaran barang, pengawalan keamanan di laut seperti pengawalan yang dilakukan Amerika untuk mengamankan konvoi dagang.

"Yang jelas tugasnya apa, dasarnya hukumnya apa di tempatkan di sana, kemudian hasil akhirnya pengennya apa. Karena kita sebagai TNI selalu berpikir pada capaian akhirnya. Kalau kita ingin menguasai pantai ya harus menguasai betulan, intinya sih ini harus punya target," tutupnya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP