TNI Angkatan Laut Kerahkan 2 KRI untuk Evakuasi Korban KMP Yunicee
Merdeka.com - TNI Angkatan Laut mengerahkan dua KRI untuk mengevakuasi korban Kapal KMP Yunicee di Perairan Selat Bali atau penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Selasa (29/6). Dua KRI tersebut ialah Rigel-933 yang merupakan KRI jenis kapal survey Hydro Oseanografi di mana mempunyai kemampuan khusus untuk mendeteksi bawah air dan KRI Soputan-923.
Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana menyampaikan, kecelakaan laut tenggelamnya kapal KMP Yunicee ada dua kemungkinan, bisa dari karena human error atau situasi eksternal seperti keadaan cuaca dan arus yang tidak bersahabat.
"Dengan insiden tersebut pihak TNI Angkatan Laut mengerahkan dua unsur KRI yaitu KRI Rigel dan KRI Soputan, sebelumnya Lanal Denpasar juga telah berkoordinasi dengan SAR Denpasar, ASDP Gilimanuk serta unsur terkait untuk proses evakuasi korban KMP Yunicee," kata Ardana dalam keterangan tertulis, Rabu (30/6).
"Mohon doa dari kalangan masyarakat agar semua dapat berjalan dengan lancar, baik dalam proses evakuasi maupun dalam upaya penyelamatan personel dan materiil," ujarnya.
Terpisah, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) mendapatkan informasi kecelakaan kapal dari anggota TNI AL Gilimanuk sekitar pukul 19.12 WITA. Data sementara dari pelapor bahwa kapal mengangkut 57 orang di antaranya 13 orang kru dan tiga orang petugas kantin serta 41 penumpang.
Kapal memiliki panjang 56,5 meter dan lebar 8,6 meter, berwarna putih strip merah biru. Kronologis kejadian, kapal lepas sandar dari Pelabuhan Ketapang, Bayuwangi, Jawa Timur, pada Selasa (29/6) pukul 19.06 Wita, namun ketika mendekati Pelabuhan Gilimanuk terbawa arus ke arah selatan, miring dan tenggelam.
"Tim terdekat yang kami kerahkan dari Pos SAR Jembrana dan Pos SAR Buleleng, selanjutnya menyusul personel dari Kantor Basarnas Bali dan juga tim SAR dari Basarnas Surabaya melalui jalur laut," kata Gede Darmada selaku Kepala Kantor Basarnas Bali, Rabu (30/6).
Hingga pagi tadi, sebanyak 39 orang berhasil selamat dan dievakuasi, tujuh orang meninggal dunia serta 11 masih dalam pencarian.
"Sementara data korban meninggal yang diperoleh dari posko gabungan di Pelabuhan Gilimanuk, terkonfirmasi tujuh orang yakni lima perempuan dan dua orang laki-laki selanjutnya dibawa ke Puskesmas Gilimanuk," jelasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya