Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

TNI AL klaim punya bukti polisi todongkan pistol saat dirazia

TNI AL klaim punya bukti polisi todongkan pistol saat dirazia Ilustrasi Penganiayaan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Perwira menengah Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi dan Kompol Budi Hermanto dianiaya puluhan anggota POM TNI AL di Bengkel Cafe, SCBD, Jakarta, Jumat (6/2) dini hari. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Manahan Simorangkir mengatakan, bahwa anggota Polri mengacungkan pistol saat diminta identitasnya oleh anggota TNI.

"Mereka dicek oleh anggota TNI. Tapi ada yang tidak mau menunjukkan identitas, mereka seperti tidak peduli dengan situasi malah mengacungkan pistol," kata Manahan saat dihubungi merdeka.com, Minggu (8/2).

Namun saat ditanya jika anggota Polri tersebut sudah menunjukkan surat tugas oleh petugas operasi gabungan TNI, Manahan menegaskan bahwa hal itu tidak terjadi, korban malah mengacungkan senjatanya.

"Nggak ada nunjukin identitas malah ngacungin senjata. Padahal, tinggal ngomong baik-baik tentu anggota akan mengerti kalau sedang tugas, anggota TNI itu terdidik, punya kemampuan, apalagi saat operasi ada 48 orang. Ini sama dengan anggota TNI yang terjaring oleh Polri, malah kita dalami kebenaranya," jelasnya.

Dia menambahkan, anggota TNI membela diri ketika anggota Polri mengacungkan pistolnya hingga terjadi benturan. Kemudian, kata dia, anggota Polri tersebut diamankan di POM AL untuk dimintai keterangan siapa dan dari mana. Bahkan, pihaknya juga memanggil satpam untuk dimintai penjelasannya.

"Kami juga mengundang pihak Polri lalu menyerahkannya dan menganggap semuanya sudah selesai, kami ada bukti-buktinya lengkap," pungkasnya

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP