Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

TKW Purwakarta tewas di Abu Dhabi, keluarga ngotot pulangkan jenazah

TKW Purwakarta tewas di Abu Dhabi, keluarga ngotot pulangkan jenazah Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Nurhayati (22), seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kampung Cikirai, Desa Malang Nengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meninggal di tempat bekerjanya, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Namun keluarga menyatakan kesulitan memulangkan jenazah Nurhayati.

Menurut keterangan ayah tiri Nurhayati, Hendi (51), anaknya sudah bekerja di Abu Dhabi selama dua tahun. Dia berangkat dari Kabupaten Karawang sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

"Kami pihak keluarga mendapatkan surat pemberitahuan dari Kedutaan Besar RI di sana, menyebutkan anak kami meninggal dunia," kata Hendi, Senin (4/1).

Dikatakan Hendi, Nurhayati meninggal pada 3 November 2014 lalu. Dia mengatakan, komunikasi terakhir dengan anaknya dilakukan saat Nurhayati berada di rumah sakit di Dubai, Uni Emirat Arab.

"Ceritanya anak kami ini pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit yang diderita. Setelah itu tidak ada kabar lagi, dan 3 November kami dikabari Nurhayati meninggal," ujar Hendi.

Hendi melanjutkan, selama bekerja di Abu Dhabi, Nurhayati mengaku tidak betah karena perlakuan kasar majikannya. Namun, dia belum mengetahui apakah anaknya dianiaya atau tidak.

"Ceritanya Nurhayati enggak betah karena majikannya cerewet, saya enggak tahu dia dianiaya atau tidak. Kabarnya Nurhayati ini melarikan diri karena tidak betah dengan perlakuan majikannya. Setelah itu tidak ada kabar, dan baru ada kabar lagi dia dirawat di rumah sakit dan meninggal pada 3 November," ucap Hendi.

Uum (55), ibu Nurhayati mengatakan, dalam surat pemberitahuan itu, Kedubes RI meminta persetujuan keluarga agar Nurhayati dimakamkan di Abu Dhabi. Menurutnya, aparat pemerintahan desa di kampungnya telah memberikan izin mewakili keluarga.

"Tapi sebenarnya pihak keluarga tidak rela. Kami masih menginginkan jenazah Nurhayati dibawa pulang dan dimakamkan di sini," ujar Uum.

Hanya saja, memulangkan jenazah Nurhayati butuh waktu dan biaya tidak sedikit. Apalagi, Nurhayati telah meninggal sejak dua bulan lebih. Sehingga, kecil kemungkinan jenazahnya bisa dipulangkan.

Nurhayati, kata Uum, saat bekerja di Abu Dhabi sudah berstatus janda dengan tiga anak. Anak paling besar berusia lima tahun, dan semuanya dirawat oleh Uum sejak Nurhayati bekerja di Abu Dhabi.

Menanggapi kasus itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta berjanji segera turun tangan. Yaitu dengan mengurus dan membiayai seluruh biaya pemulangan jenazah Nurhayati.

Meski demikian, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyayangkan kejadian itu. Sebab saat menjadi TKW, Nurhayati berangkat secara ilegal. Karena sebelumnya Pemkab Purwakarta melarang warganya menjadi TKW.

"Untuk kepulangan jenazah Nurhayati, seluruh pembiayaannya Pemda yang menanggung. Tapi ini harus menjadi cermin ke depan, kasus serupa jangan sampai terjadi lagi," kata Dedi. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP