Tiru Jepang, BMKG Ingin Pemantauan Gempa dan Gunung Api di Satu Lembaga
Merdeka.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memastikan sudah bersinergi dengan lembaga lain dalam kerangka penanganan tsunami vulkanik. Upaya ini dilakukan karena BMKG tidak memiliki akses untuk memantau tsunami yang dipicu gempa vulkanik. Kewenangan itu berada dalam instansi lain.
"Tsunami yang dipicu oleh gempa vulkanik itu tidak satu kantor dengan BMKG. Sehingga kami saat ini menguatkan sinergi dengan lembaga yang memantau gunung api. Maksudnya, sinergi itu tidak sinergi antar kantor. Tetapi juga sinergi data dan sinergi mesin. Itu sudah berjalan antara BMKG dan BNPB. BMKG dan PUPR juga sudah," kata Dwikorita di kantor DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (1/2).
Tidak hanya itu, BMKG juga ingin mensinergikan data pantauan Gunung Api masuk ke sistem kegempaan di BMKG. Dia mencontohkan lembaga di Jepang.
"Di Jepang dalam satu badan, satu departemen memantau keduanya, Gempa dan Gunung Api," ujarnya.
Dia berharap, dengan sinergi data antara BMKG dan lembaga lain, penyampaian informasi bencana baik untuk pencegahan hingga penanganannya menjadi lebih cepat. Serta dapat mengurangi jumlah korban.
"BMKG Jepang itu di dalam satu badan satu departemen yang memantau dua-duanya, gempa dan gunung api," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya