Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tipu 6 pasangan calon pengantin, penipu WO fiktif raup Rp 250 juta

Tipu 6 pasangan calon pengantin, penipu WO fiktif raup Rp 250 juta Pelaku WO abal-abal. ©2016 Merdeka.com/Anisyah

Merdeka.com - Penipu berkedok Wedding Organizer (WO) abal-abal, Nitria Danu Kusuma (29) dibekuk pihak berwajib. Kepada polisi, pelaku mengaku telah menipu 6 pasangan calon pengantin lainnya, selain Muhammad Bayu Arga dan Karina Prilianto.

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Zaky Akazar menjelaskan pelaku berhasil raup uang sebesar Rp 250 juta dari hasil menipu ke-6 calon pengantin tersebut.

"Uang sementara katanya sudah habis. Kedua pelaku hubungannya teman. Kalau yang perempuan hasil pengembangan kita dan ditangkap di Tanggerang," ujar Zaky kepada wartawan di Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (10/3).

Zaky tak menutup kemungkinan jika korban hasil tipu-tipu Nitria pun akan bertambah. "Kemungkinan kprban masih ada. Pelaku juga melakukan penipuan terhadap vendor-vendir yang bekerja sama dengan WO fiktif itu," tandasnya.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan calon pasangan pengantin Muhammad Bayu Arga dan Karina Prilianto yang ditipu pelaku usai menyetorkan uang sebesar Rp 119 juta untuk persiapan pernikahan keduanya.

Arga dan Karina terpaksa membatalkan pernikahannya menjelang H-1 pelaksanaan di Balai Sarwono, Jakarta Selatan. Penyebabnya lantaran wedding organiser (WO) bernama Getar yang disewanya telah menipu dan membawa kabur seluruh biaya pernikahan tersebut.

Kakak Karina, Trido Medianto (35) mengungkapkan sang adik yang seharusnya menikah pada Minggu (6/3) kemarin telah ditipu Rp. 119 Juta oleh pemilik Getar yang bukan lain teman sekolah semasa SMK, yakni Tia.

"Terungkapnya kasus itu ketika hari sebelum pelaksaan pernikahan, sekitar pukul 17.00 mendadak fotografer dan penata rias datang ke kami. Mereka memilih mengundurkan diri karena belum mendapat pembayaran. Usai dari laporan itu, kami langsung usut dan ternyata memang belum ada satupun yang dibayar oleh pihak WO," kata Trido di Polda Metro Jaya, Senin (7/3).

Menurut Trido, perjanjian dengan WO sudah dilakukan sejak November 2015. Usai membayar dengan biaya yang dijanjikan yakni Rp. 119 Juta, kedua calon mempelai selanjutnya tak berhubungan lagi dengan Tia, tetapi hanya dengan Anggota WO yakni Devries. Anggota WO juga lah yang selanjutnya berhubungan dengan pengelola gedung, fotografer perkawinan, katering makanan dan lainnya.

"Dan ternyata mereka bukan WO. Mereka ini anak-anak kuliah yang dipekerjakan oleh pelaku. Ini mereka juga ketipu. Tapi sebenarnya saya sudah melihat keanehan itu sejak lama," ujarnya.

"Atas kasus itu, kami langsung lapor Ke Polsek Pasar Minggu, dan salah satu WO yang terlibat bernama Devries pun ditahan. Kini kami mau coba lapor ke Polda Metro, sebab katanya korban bukan hanya kami saja, pelaku sudah 6 kali infonya melakukan perbuatan ini dengan nama WO yang berbeda-beda," tutupnya. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP