Tips Belanja Nyaman di Pasar dan Aman dari Covid-19
Merdeka.com - Pasar merupakan pusat distribusi pangan rakyat. Namun, di tengah pandemi Covid-19, pasar menjadi salah satu tempat yang paling rentan penyebaran virus SARS-CoV-2.
Masyarakat harus mewaspadai betul terhadap ancaman Covid-19 di pasar. Akan tetapi, bagi masyarakat yang kerap mengunjungi pasar, tak perlu khawatir.
Anggota Junior Doctor Network (JDN), Sarah Shyma, berbagi tips nyaman di pasar dan aman dari Covid-19. Hal pertama yang harus dilakukan masyarakat sebelum ke pasar agar tidak terpapar virus corona adalah memastikan diri sehat.
"Kalau lagi batuk, demam atau pilek lebih baik ditunda dulu (ke pasar)," kata Sarah dalam Talk Show Belanja Nyaman di Pasar dan Jauh dari Kuman yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (27/6).
Tips kedua, bawa catatan. Sebelum ke pasar, pembeli harus mencatat seluruh kebutuhan yang ingin dibeli.
Cara ini bisa mempersingkat waktu di pasar dan untuk mengurangi risiko terinfeksi Covid-19.
"Jadi kita enggak berlama-lama di pasar. Abis beli bawang tahu nih mau beli cabai," ucapnya.
Selanjutnya, siapkan tas belanjaan yang mudah dicuci atau dibersihkan. Sebaiknya, pembeli menyiapkan dua tas sebelum ke pasar. Dua tas ini berguna untuk menyimpan barang belanjaan yang berbeda. Seperti sayuran dan daging.
"Yang paling penting masker. Yang mau saya tekankan di sini kalau bisa maskernya yang pas. Kalau maskernya melorot-melorot atau jatuh-jatuh, tangan kita ini gatal mau menyentuh wajah. Jadi yang pas menutup hidung dan mulut," tutur Sarah.
Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) Abdullah Mansuri menambahkan, pihaknya akan terus mendorong masyarakat agar bisa melindungi diri dari Covid-19 di pasar. Caranya menerapkan protokol kesehatan dengan benar.
Selain itu, dia mendorong pengelola pasar dan pemerintah daerah memperbanyak fasilitas cuci tangan atau westafel di pasar. Dia juga berharap seluruh elemen masyarakat turut membantu mendistribusikan sabun cuci tangan ke pasar.
"Nah ini kan kadang sabunnya ada tapi dicampur dengan air. Jadinya air lebih banyak daripada sabun. Makanya ini jangan sendirian pengelola pasar dan pemerintah daerah tapi kalau ada orang lain yang membantu silakan langsung kasih sabun ke pasar-pasar terdekat," kata dia mengakhiri.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya