Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tinjau Bandara Jeddah, Dirjen PHU puas pelayanan jemaah haji

Tinjau Bandara Jeddah, Dirjen PHU puas pelayanan jemaah haji Jemaah haji tiba di Jeddah. ©2016 merdeka.com/anwar khumaini

Merdeka.com - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Abdul Djamil malam ini meninjau pelayanan kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Setelah meninjau dan bertemu langsung dengan jemaah haji, Abdul Djamil mengaku puas.

"Saya di samping dapat laporan, saya langsung on the spot bagaimana para petugas haji melayani para jemaah dengan baik. Saya melihat semua berjalan sesuai sesuai dengan rencana," kata Abdul Djamil di Bnadara King Abdul Aziz, Jeddah, Sabtu (27/8) malam.

Saat menemui jemaah haji yang baru saja mendarat dan bersiap-siap menuju Makkah, Abdul Djamil ditemani oleh Direktur Pembinaan Haji Kemenag Muhajirin Yanis, Direktur Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis, serta Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam.

Abdul Djamil juga sempat mampir ke posko kesehatan yang terletak di kompleks terminal haji Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Menurutnya, posko kesehatan telah melayani dengan baik.

Usai meninjau lapangan Abdul Djamil menggelar pertemuan dengan Kepala Daker Bandara, bersama para kepala seksi dan kepala sektor di Daker Bandara PPIH Arab Saudi. Dari hasil pemantauan yang dia lakukan, ada beberapa hal positif yang menjadi catatan, di antaranya perihal kedatangan jemaah haji dari Bandara AMAA Madinah dan Jeddah yang berjalan dengan baik.

Penerbangan jemaah dalam dua tahun terakhir ini memang juga menggunakan Bandara Madinah. Hal ini memberi dampak positif lantaran Kemenag tidak perlu lagi menyiapkan transit untuk 33 jemaah haji di Jeddah.

"Ini tahun kedua kita mengubah modus penerbangan, ternyata modus seperti ini sukses dan punya implikasi yang membahagiakan. Kalau dulu ada 33 ribu jemaah haji transit di Jeddah. Ini sekarang tidak ada lagi," kata Djamil.

"Karena rute-rute transit 33 ribu jemaah haji tersebut sudah tidak ada lagi, kegiatan kita sekarang konsentrasi ke Makkah, Madinah dan Armina," imbuh Djamil.

Meski ada sedikit keluhan dari masyarakat bahwa mereka tak bisa lagi ke Jeddah dan belanja-belanja di Albalad, atau mampir ke Masjid Apung atau laut merah, bagi Abdul Djamil hal tersebut tidak masalah. "Kalau soal belanja, tidak usah risau. Makkah dan Madinah bisa melayani," ujarnya.

Hal lain yang disoroti oleh Djamil adalah terkait kursi roda jemaah haji yang selama ini masih ada hambatan. Banyak kursi roda yang tercecer lantaran tidak jelas pemiliknya siapa, tanpa penanda, sehingga menyulitkan petugas untuk memberikan kursi roda kepada pemilik sebenarnya.

"Kalau bisa bagaimana caranya kursi roda melekat pada pemiliknya. Selama ini ada yang ditulis, ada yang tidak. Bahkan pengalaman saya di Madinah, ada kursi roda berbendera Malaysia untuk mendorong jemaah haji Indonesia," imbuhnya.

Terkait dengan hotel jemaah di Madinah, Djamil juga memuji lantaran lokasinya dekat dengan Masjid Nabawi, dan hotel serta pelayanan juga bagus. "Hanya saja soal delay, ada perbedaan yang ekstra antara Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Bukan karena keteledoran tapi memang karena ada kerusakan. Tolong diantisipasi pada saat kepulangan jemaah nanti," pinta Abdul Djamil.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP