Tingkat Kecelakaan Tinggi, Jasamarga Pasang Dua Kamera Overspeed di Tol Solo-Ngawi
Merdeka.com - PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) telah memasang dua kamera overspeed di ruas tol Kartasura (Solo) hingga Ngawi, sepanjang 91 kilometer. Kamera tersebut berfungsi untuk mendeteksi kendaraan yang melakukan pelanggaran kecepatan atau over speed.
General Manager Teknik dan Operasi PT JSN, Saktia Lesan Dianasari mengatakan, pihaknya masih mensosialisasikan terkait over speed. Mengingat saat ini tingkat kecelakaan di ruas tol Solo-Ngawi masih cukup tinggi.
“Kita concern banget dengan tingkat kecelakaan yang cukup masih tinggi di ruas Solo-Ngawi. Jadi kita mengupayakan supaya masyarakat juga ada aware sendiri untuk keselamatan diri sendiri,” ujar Saktia, kepada merdeka.com disela operasi Over Dimensi dan Overloading (ODOL) di Rest Area 538 B, Sragen, Rabu (16/2).
Pihaknya mengimbau masyarakat agar berkendara secara aman. Edukasi juga terus dilakukan melalui kampanye keselamatan di jalan tol dan pemasangan kamera deteksi yang berteknologi canggih.
“Di sepanjang ruas Solo - Ngawi sepanjang 91 kilometer ini kita memasang kamera overspeed untuk neng-capture kecepatan kendaraan,” katanya.
Menurut Tia, sapaan akrabnya, ada 2 kamera overspeed yang di pasang di sepanjang ruas tol Solo jingga Ngawi. Namun ia enggan membeberkan dimana letak kedua kamera tersebut.
Kamera tersebut, lanjut Tia, bisa bisa merekam dengan jelas data kendaraan yang melintas. Baik jenis kendaraan, waktu, nomor polisi, kecepatan dan lainnya dengan jelas.
“Data itu nanti langsung bisa diambil sama kepolisian. Nanti masyarakat bisa tahu, sedetail itu lho kamera kita,” katanya.
Selain 2 kamera overspeed, ruas jalan tol Solo-Ngawi juga dipasang 122 CCTV. Dimana di hampir setiap 1 kilometer ada kamera pengintai tersebut. Tia berharap seluruh kamera akan terintegrasi ke instansi, sehingga segera bisa diterapkan e-tilang.
“Kemarin kita sudah ada pembicaraan kesitu dengan Polda Jateng. Kita lagi persiapan untuk infrastrukturnya,” katanya.
Operasi ODOL
Sementara itu dalam operasi ODOL, petugas gabungan dari PT JSN bersama Dinas Perhubugan Jawa Tengah (Jateng) serta Unit PJR Polda Jateng memeriksa ratusan kendaraan. Kegiatan tersebut sebagai upaya mewujudkan Indonesia bebas Over Dimensi dan Overloading (ODOL) 2023.
“Kegiatan ini kita lakukan agar tingkat kecelakaan dan tingkat fatalitas di jalan tol bisa kita tekan. Khususnya di jalan tol Solo-Ngawi bisa kondusif,” ujar Manager Pengendalian Operasi JSN Budi Hermawan.
Budi menyebut akhir-akhir ini memang ada indikasi terjadinya beberapa kecelakaan di jalan tol.
Dalam operasi tersebut seluruh kendaraan yang melintas dari arah Jawa Timur diberhentikan oleh petugas. Untuk kendaraan yang overload dan over dimensi dikenakan tindakan tilang oleh kepolisian.
Selain overload dan over dimensi, Manager Area Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) Ruas JSN, Nurcahyo menyampaikan, overload memang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan di jalan tol. Namun demikian pihaknya akan meminimalisir hal tersebut. Faktor lain yang lebih dominan adalah kondisi fisik pengendara.
“Salah satunya kondisi pengendara yang mengantuk sama ban pecah. Ban pecah itu kan disebabkan beban yang berlebihan. Semoga dengan kegiatan ini bisa menekan tingkat fatalitas dan jumlah kecelakaan,” katanya.
Nurcahyo mengaku prihatin dengan kecelakaan yang terjadi di ruas tol Solo-Ngawi. Sehingga berbagai upaya dilakukan agar tingkat kecelakaan turun. Diantaranya dengan melakukan kampanye keselamatan. Yakni dengan pembagian brosur, pamflet, stiker, buku saku serta konseling dengan pengendara.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya