Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tindaklanjuti ucapan Miryam, KPK akan klarifikasi penyidik dan DPR

Tindaklanjuti ucapan Miryam, KPK akan klarifikasi penyidik dan DPR Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggali fakta mengenai kebenaran pernyataan Miryam S Haryani tentang adanya pertemuan antara direktur dan penyidik KPK dengan Komisi III DPR. Hal ini menyusul gegernya pernyataan Miryam dalam video pemeriksaanya saat menjadi saksi terkait kasus korupsi proyek e-KTP.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah juga menuturkan pernyataan Miryam masih terkesan 'gamang' mengingat mantan anggota Komisi II DPR itu tidak menyebut siapa penyidik yang mendatangi anggota Komisi III DPR.

"Kita juga belum tahu tujuh orang penyidik itu siapa saja yang dimaksud oleh orang yang bicara pada Miryam pada saat itu, tapi tentu itu perlu kita cari tahu. Apakah benar ada tujuh orang tersebut atau siapa saja kalau ada," kata Febri saat menghadiri acara pameran komik tentang KPK, Jakarta Pusat, Minggu (20/8).

Sementara di satu sisi, imbuh Febri, direktur yang mengajukan diri untuk diperiksa pengawas internal KPK mengaku tidak mengenal anggota DPR.

Adanya dua keterangan yang berbeda, menurut Febri menjadi alasan klarifikasi harus dilakukan. Sebagai bentuk integritas KPK, lembaga pemberantasan korupsi.

"Direktur penyidikan mengatakan pertemuan itu tidak ada dengan anggota DPR dan juga direktur penyidikan mengatakan bahwa tidak mengenal anggota DPR satu pun. Kami tentu akan melakukan klarifikasi lebih lanjut kronologis akan kita cermati terkait apa yang terjadi pada sekitar Desember 2016 dan informasi yang relevan," terang Febri.

Seperti diketahui sebelumnya, pada persidangan perkara memberikan keterangan tidak benar dengan terdakwa Miryam S Haryani, jaksa penuntut umum KPK memutarkan video rekaman politisi Hanura tersebut.

Dalam rekaman, Miryam sempat berujar mengenai independensi KPK. Hal itu menjadi pertanyaan penyidik Novel Baswedan dan Ambarita Damanik, yang saat itu tengah memeriksa Miryam.

Pasalnya, salah satu anggota DPR, belum diketahui identitasnya, membeberkan pertemuannya dengan direktur KPK dengan tujuh penyidiknya.

"Iya pasti tadi lo panggil kan, KPK gue udah ketemu penyidik 7 orang dengan pegawainya, terus ketemu Pak dengan yang namanya ini," ujar Miryam dalam video tersebut kepada penyidik Novel Baswedan dan Ambarita Damanik.

Novel pun bertanya kepada Miryammengenai siapa penyidik yang dimaksud. Politisi Hanura itu mengaku tidak kenal, hanya saja dia menyodorkan secarik kertas.

Dalam kertas tersebut tercatat satu nama yang diduga merupakan direktur.

"Siapa namanya?" Tanya Novel saat itu.

"Enggak kenal," jawab Miryam.

"Nih coba nih ini Pak (Miryam memberikan kertas),"

"Hmm Pak Direktur," ucap Novel saat melihat kertas yang diberikan Miryam.

"Saya kan cuma baca tapi tidak baca tanda tangan Pak," kata Miryam.

Tidak hanya itu oknum pegawai atau penyidik KPK tersebut bahkan meminta sejumlah uang kepada miryam sebagai kompensasi pengamanan untuk miryam

"Dia yang malu, tapi saya nggak ngomong. Pokoknya ini ya kamu bayar dulu tapi saya nggak ngomong," ungkap Miryam saat menirukan pernyataan oknum tersebut.

"Mereka minta berapa Bu?" Tanya Novel

"2 Milyar Pak. Terus Mbak, saya enggak ngomong saya nggak ngomong," ujar oknum tersebut.

Sementara itu penyidik Ambarita Damanik yang juga hadir menjadi saksi dalam persidangan hari ini menceritakan miryam sempat menanyakan status kelembagaan KPK alasannya Komisi 3 DPR selalu mengintimidasi siapapun anggota DPR yang berperkara dengan lembaga antirasuah tersebut

"Beliau tanya sebenarnya KPK independent enggak sih? Beliau merasa kalau ada persoalan rekan-rekannya di DPR beliau akan dipanggil Komisi III dan diintimidasi," kata Damanik.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP