Timses Prabowo: Wiranto itu pecundang dan pengecut
Merdeka.com - Mantan Menhankam/Pangab Jenderal (Purn) Wiranto angkat bicara soal dugaan surat rekomendasi pemberhentian Prabowo Subianto dari Dewan Kehormatan Perwira (DKP) di tahun 1998. Wiranto mengatakan penculikan aktivis merupakan inisiatif Prabowo sendiri.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon menyebut Wiranto sebagai pecundang dan pengecut.
"Wiranto benar-benar pecundang dengan pernyataannya soal DKP. Inilah akhir karir politiknya. Kita kenang dia sebagai pecundang yang pengecut," tulis Fadli dalam akun Twitter resminya @fadlizon, Jumat (20/6).
Fadli menuding, Wiranto tak pernah suka dengan Prabowo. Sebab, karier militer mantan mantu Soeharto itu moncer.
"Wiranto dari dulu tak pernah suka @Prabowo08 . Ia iri karena karier militer Prabowo bagus dan disukai para prajurit," jelas dia.
Seperti diketahui, Wiranto menggelar jumpa pers khusus dengan menjawab 10 pertanyaan yang dirangkumnya dari berbagai pihak seputar kebenaran surat pemberhentian Prabowo, kasus penculikan aktivis, hingga kerusuhan Mei 1998 di Posko Forum Komunikasi Pembela Kebenaran (FORUM KPK) Jl HOS Cokroaminoto 55 - 57 Jakarta Pusat, Kamis (19/6).
Simak berita Prabowo Subianto selengkapnya di Liputan6.com
Wiranto menjawab tudingan Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang meminta pertanyaan soal penculikan 1997-1998 dalam debat capres ditanyakan kepadanya sebagai atasan. Wiranto menegaskan tidak pernah memerintahkan penculikan.
Dia menjelaskan, penculikan oleh oknum Kopassus TNI AD terjadi pada medio Desember 1997 sampai dengan Maret 1998. Pada saat penculikan berlangsung, Panglima ABRI dijabat oleh Jenderal Feisal Tanjung (kini almarhum). "Namun pada bulan Maret, 7 Maret tepatnya, pada saat kasus itu harus dibongkar, saya kebetulan saat itu sudah menjadi Panglima ABRI. Waktu terjadi (penculikan) panglimanya yang lama, dan saat pengusutan panglimanya yang baru," kata Wiranto .
Kepada Feisal Tanjung, Wiranto juga pernah menanyakan apakah pernah ada perintah penculikan dan tindakan represif lainnya saat dia menjabat Panglima ABRI. "Beliau jawab, tidak, tidak pernah," kata Wiranto mengutip Feisal saat sudah pensiun. "Saya juga mengatakan tidak pernah (memerintahkan penculikan)," tegas Wiranto .
Saat melanjutkan kebijakan ABRI, Wiranto menjelaskan, melakukan cara-cara persuasif, dialogis dan tanpa kekerasan dalam menghadapi aktivis mahasiswa. "Cara-cara kekerasan, represif hanya digunakan apabila terpaksa dan hanya atas perintah panglima. Dengan demikian, tidak ada kebijakan dari pimpinan ABRI yang ekstrim waktu itu untuk memerintahkan melakukan penculikan," ujar Wiranto .
Kepada Prabowo yang dicopot karena melakukan penculikan, Wiranto mengatakan pernah menanyakan tindakan tersebut. "Saat saya dialog dengan Prabowo Subianto , kepada yang melakukan hal itu. Saya yakin itu dilakukan atas inisiatif sendiri atas dasar analisis keadaan pada saat itu," ujarnya. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya