Timses Jokowi beri saran ke Amien Rais: Kalau tidak salah, tidak perlu berlebihan
Merdeka.com - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais akan memenuhi pemanggilan di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10). Dalam pemanggilan kedua itu, ratusan massa PA 212 bakal memberikan pengawalan.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menyatakan sebagai terperiksa belum tentu bersalah. Karena itu, dia sarankan Amien tak perlu berlebihan jika tidak merasa bersalah.
"Jadi menurut saya biasa saja Pak Amien tidak perlu khawatir kalau memang tidak salah dan tidak perlu berlebihan kalau memang tidak salah," kata Karding lewat pesan singkat, Selasa (9/10).
Dengan adanya pengerahan massa, menurut politikus PKB itu, malah terkesan dirinya bersalah. Karding minta Amien menjadi dirinya sendiri yang biasa terlihat tanpa beban dan berani.
"Jadi menghadirkan banyak orang itu akan menimbulkan kesan ke publik bahwa seakan-akan ini bersalah, jadi biasa saja," imbuhnya.
Karding meminta mantan Ketua MPR itu mengikuti proses hukum tanpa memberikan tekanan politik. Pengawalan massa itu juga tak mempengaruhi proses hukum yang berjalan.
"Biarkan polisi bekerja secara cepat, profesional dan bersarkan pada prinsip hukum yang ada," pungkasnya.
Sementara itu, Sekjen PAN, Eddy Soeparno mengatakan Amien Rais tak memenuhi panggilan polisi pada Jumat lalu karena sibuk. Ia mengatakan Amien adalah warga negara yang patuh hukum dan dipastikan akan hadir pada pemanggilan berikutnya.
"Memang pada saat itu ada jadwal dari Pak Amien yang memang sangat padat dan memang tidak bisa ditinggalkan. Dan memang boleh dikatakan pemanggilan itu relatif agak mendadak. Sehingga pada saat itu sudah disampaikan bahwa Pak Amien akan segera memenuhi panggilan tapi tidak bisa dipenuhi sesuai dengan jadwal pada hari Jumat tersebut," jelasnya di Jalan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/10).
"Panggilan berikutnya panggilan yang rencananya hari Rabu akan dipenuhi oleh Pak Amien," lanjut Eddy.
Diberitakan, Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan ulang terhadap Amien Rais pada Rabu (10/10). Pemeriksaan itu melanjutkan penundaan pada Jumat (5/10). Tokoh reformasi itu diminta keterangan dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet.
Pada saat konferensi pers, Amien justru mengancam akan membuka kasus korupsi yang lama mengendap di Komisi Pemberantasan Korupsi. Adapun kasusnya baru mau diungkap setelah pemeriksaan.
"Yang ini hubungannya tentang penegakan hukum dan korupsi yang sudah mengendap lama di KPK akan saya buka pelan-pelan," kata Amien kemarin.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya