Tim Gus Ipul-Puti masih kaji APK bergambar Khofifah-Emil di Khodijah
Merdeka.com - Pemasangan alat peraga kampanye (APK) Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di lingkungan pendidikan ditanggapi santai Tim Pemenangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Mereka masih mengkaji motif dibalik pemasangan APK di area lembaga pendidikan Khodijah, Wonokromo Surabaya.
"Kita masih mengkaji atas keberadaan alat peraga di area lembaga pendidikan Khodijah," kata Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti, Hikmah Bafaqih, Sabtu (24/2).
Hikmah mengaku, pihaknya tidak ingin tergesa-gesa dalam bertindak atas dugaan kesalahan pemasangan alat peraga kampanye tersebut. Namun, ia mengaku tim pemenangan Gus Ipul-Puti sudah mengetahui adanya pelanggaran tersebut. Pelanggaran yang termuat dalam peraturan KPU nomor 4 tahun 2017 tentang kampanye pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, wali kota/wakil wali kota.
Dalam peraturan KPU ini sangat jelas, ada larangan untuk memasang alat peraga kampanye di lingkungan pendidikan (sekolah), tempat ibadah, rumah sakit, dan gedung milik pemerintah. Dengan fakta ini, sebaiknya tim pasangan calon (Paslon) Khofifah-Emil menjalankan ketentuan dengan baik.
"Sebaiknya kita berjalan sesuai dengan aturan saja," terangnya.
Disinggung apakah akan melaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Hikmah menegaskan, semua masih dalam kajian. Namun, sebagai instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan dalam proses pemilihan umum. Bawaslu harus turun melakukan kroscek, apakah memang ada pelanggaran atau tidak.
Kroscek atau penyelidikan yang dilakukan Bawaslu bakal memiliki dampak yang baik. Artinya proses pemilihan yang dijalankan bisa berjalan damai tanpa ada upaya pelanggaran-pelanggaran, yang nantinya membuat proses demokrasi tercederai.
"Kita harus sekuat tenaga menjadikan demokrasi ini lebih baik. Jauhi pemikiran untuk mencederai demokrasi yang berjalan di Jatim," ujar Hikmah.
Sementara APK berbentuk poster yang terpasang di lembaga pendidikan Khodijah sudah terlihat mulai kemarin. Yayasan Khodijah yang memiliki pendidikan mulai jenjang TK, SD, SMP, dan SMA ini kabarnya merupakan milik Khofifah Indar Parawansa yang menjabat sebagai Ketua Yayasan. Bukan hanya itu, yayasan ini juga memiliki pondok pesantren yang berada di area sekolah-sekolah tersebut.
Pondok tersebut bertujuan untuk menampung siswa-siswi SMA luar kota maupun dalam kota yang mau meneruskan pendidikan agama. Karena di dalam pondok proses pendidikan dilakukan secara berkesinambungan dengan pendidikan umum. Di pondok juga diajarkan bahasa, mulai Bahasa Inggris hingga Bahasa Arab. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya