Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tim DVI dibantu 30 dokter ahli & 4 negara identifikasi jenazah

Tim DVI dibantu 30 dokter ahli & 4 negara identifikasi jenazah Keluarga korban AirAsia tes DNA. ©AFP PHOTO/JUNI KRISWANTO

Merdeka.com - Beberapa negara menyatakan kesiapan membantu identifikasi jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501. Negara yang sudah menawarkan diri di antaranya Malaysia, Australia, Singapura dan Korea Selatan.

"Berdasarkan informasi dari Mabes dan Interpol, kami akan dibantu teman-teman dari Malaysia, Australia. Kemarin sudah disampaikan dari Korea dan Singapura. Jadi tim kami semakin solid dalam menjalankan tugas melakukan investigasi," kata Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Anas Yusuf di Surabaya, Jumat (2/1).

UPDATE TERKINI: Evakuasi korban AirAsia QZ8501

Kata Anas, saat ini tim DVI diperkuat oleh 30 dokter ahli dari sejumlah kampus besar di Indonesia di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Dr. Soetomo, Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia. Anas tidak menjelaskan jenis bantuan yang ditawarkan oleh pihak asing.

Tim DVI sendiri bekerja di belakang gedung rumah sakit. Lokasinya steril dan tidak memperbolehkan siapapun masuk kecuali yang berkepentingan.

Hingga Jumat pukul 16.30 WIB, DVI masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengidentifikasi empat jenazah yang tersisa. DVI telah menerima 8 jenazah, 4 jenazah telah teridentifikasi atas nama Hayati Lutfiah Hamid, Grayson Herbert Linaksita, Khairunisa Haidar Fauzi dan Kevin Alexander Soetjipto.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP