Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tiga Kali KPU Diserang Isu Hoaks

Tiga Kali KPU Diserang Isu Hoaks KPU. ©2017 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum setidaknya telah tiga kali diterpa isu hoaks. Pertama, isu hoaks mengenai tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos. Kedua, informasi hoaks pencoblosan surat suara di Sumatera Utara. Ketiga, kasus tuduhan server Komisi Pemilihan Umum yang dikondisikan untuk memenangkan capres-cawapres tertentu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku kasus isu hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos, Bagus Bawana Putra tengah mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tiga tersangka lainnya yang berperan sebagai buzzer sedang disidang di Bogor (Jawa Barat), Brebes (Jawa Tengah) dan Kalimantan Timur.

"Yang kasus di Sumut, itu kejadian Pilkada awal 2018, tapi dibuat seolah-olah kejadian pencoblosan surat suara dilakukan sekarang," kata Dedi di Mabes Polri. Seperti dilansir Antara, Jumat (5/4).

Untuk kasus hoaks di Sumut, ada dua tersangka yang ditangkap di Jawa Barat dan sedang menjalani proses hukum di Polda Sumut.

Untuk kasus ketiga, tuduhan server Komisi Pemilihan Umum yang dikondisikan untuk memenangkan capres-cawapres, tiga akun media sosial yang menyebarkan tuduhan tersebut telah dilaporkan oleh Ketua KPU Arief Budiman ke Bareskrim Polri. Tim Direktorat Siber Bareskrim Polri saat ini tengah memeriksa bukti dokumen berupa foto dan video dari tiga akun tersebut.

"Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim periksa seluruh alat bukti, data-data dokumen yang diserahkan Komisioner KPU ke Bareskrim. Laboratorium Forensik Digital akan menganalisis secara komprehensif terkait tiga akun yang dilaporkan, keaslian foto dan video," kata Brigjen Dedi.

Sebelumnya Ketua KPU RI Arief Budiman yang didampingi para Anggota KPU mendatangi Bareskrim Polri pada Kamis (4/4) untuk melaporkan tiga akun media sosial karena telah menyebarkan video berisi informasi bahwa server KPU telah dikondisikan untuk memenangkan pasangan capres-cawapres tertentu.

Arief menegaskan informasi di video tersebut tidak benar. Pihaknya pun merasa terganggu dengan video yang beredar di medsos itu karena dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap KPU. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP