Tidak Terima Ditegur Karena Ngebut di Perumahan, Anggota DPRD Jember Pukul Pak RT
Merdeka.com - Seorang anggota DPRD Jember berinisial IB, dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan penganiayaan. Salah satu anggota dewan termuda itu diduga memukul seorang ketua RT karena tidak terima ditegur.
Peristiwa terjadi pada Minggu (31/1) malam, sekitar pukul 19.00 WIB di Perumahan Bernady Land yang ada di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Jember. Saat itu, melintas sebuah mobil Pajero Putih berplat nomor W 1023 PY yang dikendarai oleh IB. Sejak masuk ke dalam perumahan, mobil tersebut berjalan dengan kecepatan yang cukup tinggi.
"Saat itu saya sedang duduk-duduk di pos satpam. Kebetulan juga banyak warga di sana," ujar Dodik Wahyu Rianto, ketua RT setempat.
Karena dianggap membahayakan, Dodik lantas menegur pengemudi mobil tersebut. "Saat itu lagi banyak anak kecil yang bermain di perumahan. Saya sebagai ketua RT, berkewajiban untuk menegur," papar Dodik.
Begitu kencangnya kecepatan mobil, hingga genangan air yang ada di sekitar perumahan terciprat ke rumah warga. "Saya tegur, Mas tolong pelan-pelan," ujar Dodik.
Bukannnya meminta maaf, IB justru keluar dari mobil dan menantang Dodik. IB bahkan sempat memukul. "Pukulan yang pertama, saya sempat menghindar, lalu yang selanjutnya, saya kena pukulan," lanjut Dodik.
Peristiwa penganiayaan itu sempat direkam oleh warga. "Warga melerai dan membela saya. Tetapi saya sama sekali tidak memukul," ujar Dodik.
Bersama warga sekitar, Dodik akhirnya berinisiatif melapor ke Polsek Patrang. Dari hasil penelusuran warga, pria yang diduga memukul ketua RT itu adalah anggota DPRD Jember dari Fraksi PPP berinisial IB. Anggota dewan berusia 38 tahun itu juga diketahui menjabat sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Jember.
Menurut Dodik, IB memang kerap bertandang ke sebuah rumah yang ada di perumahan tersebut. Rumah itu dihuni oleh seorang perempuan muda. "Kemarin juga ditegur satpam, tapi responsnya malah terkesan arogan," tutur Dodik.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Patrang, AKP Solikin Agus Wijaya membenarkan adanya laporan tersebut. "Sudah kita terima, masih proses," ujar Solikin.
Adapun IB, hingga berita ini diturunkan masih belum bisa dikonfirmasi. Nomor telepon miliknya tidak aktif dan pesan WA yang dikirim sejak pagi, belum berbalas.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya