Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tidak tahan merawat, Delly serahkan bayi Orangutan ke pusat rehab

Tidak tahan merawat, Delly serahkan bayi Orangutan ke pusat rehab Bayi Orangutan. ©2016 Merdeka.com/Nur Aditya

Merdeka.com - Delly (60) warga desa Parempei, kecamatan Tumbang Jutuh, kabupaten Gunung Mas, memilih untuk menyerahkan 1 bayi Orangutan yang dia beri nama Moci, setelah dia rawat selama 1 tahun terakhir. Bayi jantan itu berhasil diselamatkan tim BKSDA Kalimantan Tengah bersama dengan petugas yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng.

"Kita selamatkan bayi Orangutan jantan itu tanggal 30 November siang tadi, yang diperkirakan usianya 1,5-2 tahun," kata Koordinator Komunikasi BOS Nyaru Menteng Monterado Fridman, kepada merdeka.com, Selasa (30/11) malam.

Diterangkan Monterado, bayi Orangutan malang itu diserahkan seorang warga, Delly (60), setelah memeliharanya selama 1 tahun terakhir ini. Dari pengakuan Delly, Orangutan itu dia temukan dari hutan desa tempat dia tinggal, yang berdekatan dengan sebuah perusahan kebun sawit, dalam kondisi terpisah dari induknya.

"Itu alasan klasik ya. Setelah dia (Delly) bawa dan rawat, dia beri nama Moci," ujar Monterado.

Delly dan keluarganya, lanjut Monterado, beralasan tidak sanggup lagi mengurus dan mencukupi kebutuhan pakan Moci, sehingga dia berinisiatif untuk menyerahkannya pusat rehabilitasi. "Mereka merasa semakin terbebani untuk merawatnya," tambah Monterado.

Saat dievakuasi dari rumah Delly, Moci ditempatkan dalam sebuah kandang kayu berukuran 2x2 meter. Menurut Monterado, dari penilaian tim di lokasi, melihat dari desain kandang dengan pintu kandang dipaku permanen, disinyalir Moci sudah lama tidak dikeluarkan dari dalam kandangnya.

"Orangutan itu setiap hari dia (Delly) berikan makanan sisa, berupa buah maupun nasi. Terkadang kalau ada rezeki, dia juga memberinya susu kental manis. Di dalam kandang juga terdapat baju bekas berwarna merah lusuh yang Moci gunakan sebagai selimut," terang Monterado.

"Dari pemeriksaan secara umum oleh dokter hewan, Moci dalam kondisi dehidrasi. Saat ini Moci merupakan orangutan ke-29 yang masuk ke pusat rehabilitasi BOS Nyaru Menteng. Moci menambah daftar panjang sebagai orangutan yatim piatu, yang harus melewati proses rehabilitasi yang panjang, untuk bisa dilepasliarkan," sebutnya.

"Hingga saat ini, kami masih merehabilitasi 469 orangutan. Untuk orangutan muda seperti Moci, proses rehabilitasinya sendiri bisa memakan waktu 7 hingga 8 tahun, sampai dia benar-benar mampu untuk mandiri," jelasnya lagi.

Di pusat rehabilitasi BOS Nyaru Menteng, saat ini Moci terlebih dulu menjalani proses karantina, untuk menjalani pemeriksaan keseharan seperti pengambilan sampel darah, sputum dan dilakukan X-Ray.

"Tujuannya, untuk memastikan Moci dalam kondisi yang sehat, agar bisa bergabung bersama Orangutan lainnya," demikian Monterado.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP