Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tiba di Pelabuhan Gilimanuk, 13 Orang Reaktif Covid-19 Dikembalikan ke Daerah Asal

Tiba di Pelabuhan Gilimanuk, 13 Orang Reaktif Covid-19 Dikembalikan ke Daerah Asal Ilustrasi. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - 13 orang termasuk sopir logistik dan penumpang kendaraan pribadi dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test antigen di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

"Rapid test-nya reaktif, totalnya ada 13. Yang lima itu sopir angkutan logistik yang delapan itu (pengemudi) mandiri. Itu data yang kemarin dan data yang sekarang belum masuk," kata I Gusti Agung Putu Arisantha selaku Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana, Bali, saat dihubungi, Selasa (22/12).

Sementara, untuk yang lima orang yang angkutan logistik dikembalikan lagi ke daerah asalnya di Jawa. Kemudian, yang delapan orang kendaraan pribadi itu lima orang dikembalikan ke Jawa, dua orang ke Singaraja, Kabupaten Buleleng, dan satu orang ke Denpasar, Bali.

"Mereka dikembalikan kalau yang dari Jawa. Kalau yang dari Bali nanti koordinasi dengan satgas masing-masing kabupaten dan kota," imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa untuk rapid test antigen di Pelabuhan Gilimanuk Bali, bagi para sopir logistik gratis. Namun untuk para sopir mandiri atau pribadi harus membayar Rp 250 ribu.

"Kalau untuk angkutan logistik gratis. Kalau yang umum bukan di kita. Itu dikerjakan oleh Kimia Farma Rp 250 ribu," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, bagi masyarakat yang akan masuk Bali melewati Pelabuhan Gilimanuk, harus sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali nomor 2021 tahun 2020 tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat selama libur Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021 dalam tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali.

"Yaitu, sesuai dengan surat edaran (Gubernur Bali). Artinya surat edaran rapid test negatif. Harapannya, masyarakat (untuk masuk Bali) mematuhi surat edaran itu dan protokol kesehatan agar tetap disiplin gunakan masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan jauhi kerumunan," ujar Arisantha.

Sementara itu, ratusan orang mengikuti PCR test dan rapid test antigen di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hasilnya sembilan orang dinyatakan reaktif Covid-19.

"Itu enam terkonfirmasi positif antigen dan sisanya terkonfirmasi reaktif antibodi," kata Relation Manager AP I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira.

Ia menerangkan, para penumpang yang reaktif Covid-19 antibodi disarankan untuk isolasi dan ke klinik untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Tapi kalau antigen positif ada dua prosedurnya, satu dia wajib PCR mandiri atau satu wajib PCR ke rumah sakit rujukan satgas Covid-19," ujarnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP