Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tiap hari, KJRI di Jeddah hanya mampu proses 5 ribu dokumen

Tiap hari, KJRI di Jeddah hanya mampu proses 5 ribu dokumen Gedung KJRI di Jeddah dibakar TKI. ©youtube.com

Merdeka.com - Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah hanya mampu melayani pengajuan 5 ribu dokumen setiap harinya. Kemarin, sempat terjadi lonjakan permintaan sejak pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan soal pemutihan bagi warga asing.

"Dua hari lalu sebenarnya ada sekitar 12 ribu warga negara atau TKI kita yang mengurus paspor atau surat pelaksana paspor mereka di KJRI, KJRI sejauh ini bisa memfasilitasi sekitar 5.000 dokumen tersebut per harinya," kata Faizasyah di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/6).

Pria yang akrab disapa Faiz ini menambahkan, KJRI Jeddah sebenarnya masih mampu melayani permintaan 43 ribu dokumen yang diajukan para TKI di negara tersebut. Sebab, sejak pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan itu, pemerintah telah mengirim tim untuk memfasilitasi lonjakan pengurusan paspor.

"Pemerintah RI sudah siapkan satu tim entertain yang melibatkan berbagai unsur untuk memfasilitasi sebaik mungkin TKI kita yang ada di Arab Saudi. Kami ketahui bahwa sejak pengumuman tersebut, hingga batas waktu akhir pemrosesannya 3 Juli, sebenarnya sudah cukup banyak dilakukan pemerintah termasuk menerbitkan 48 ribu surat keterangan tersebut," tandasnya.

Akan tetapi, ketidaksabaran para pengantre yang kemudian membakar area depan KJRI patut disayangkan. Sebab, tindakan tersebut dapat merugikan para TKI yang mencari nafkah.

"Apabila ada tindakan-tindakan yang melanggar hukum, tentunya kredibilitas para TKI itu sangat dirugikan. Karena baik majikan maupun potensial majikan akan berpikir ulang untuk merekrut mereka di sana," tegasnya. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP