THR belum cair, pekerja outsourcing ancam duduki Kantor PLN Solo
Merdeka.com - Belasan pekerja outsourcing PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Area Solo yang bertugas sebagai pencatat meteran (cater) mengancam akan menduduki kantor jika tak diberikan Tunjangan Hari Raya (THR). Ancaman tersebut mereka suarakan saat menggelar aksi demonstrasi di kantor PLN, Jalan Slamet Riyadi, Solo.
"Lebaran yang tinggal dua hari lagi, tapi THR yang dijanjikan pihak PLN tidak kunjung dibayarkan. Kami akan menduduki kantor PLN, sampai hak kami diberikan. Ini bukan pertama kali, sudah ketiga kalinya, setiap lebaran, kami belum mendapat THR, yang menjadi hak normatif kami," ujar koordinator aksi Trijoko saat melakukan orasi, Rabu (15/7).
Lebih lanjut Trijoko mengatakan meski tidak secara langsung bertanggung jawab dalam pembayaran THR, PLN seharusnya juga turut bertanggung jawab, karena tidak melakukan pengawasan terhadap perusahaan rekanan yang mempekerjakan mereka.
"PLN seharusnya ikut bertanggung jawab, karena THR kami hingga saat ini belum sampai ke tangan pekerja cater," katanya.
Usai menggelar aksi kurang lebih satu jam, sejumlah perwakilan peserta aksi diundang masuk untuk melakukan pertemuan tertutup dengan jajaran PLN Area Solo. Sementara itu, peserta aksi lainnya duduk di sekitar halaman Kantor PLN sembari menunggu hasil negosiasi. Hingga pukul 20.00 WIB belum ada keterangan dari keduanya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya