Tetangga mengira ledakan tabung gas di Bekasi adalah petir dan gempa
Merdeka.com - Ledakan terjadi di sebuah rumah di Perumahan Harapan Baru 2, Jalan Gurame, Blok E2/14 RT 06 RW 2, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Ledakan dipicu akibat kebocoran tabung gas 12 kilogram.
"Saya mengira suara ledakan itu dari petir, kemudian disusul dengan gempa seperti di Palu," kata Rosalina (41) kepada merdeka.com di lokasi, Kamis (8/11).
Rumah Rosalina berada persis di depan lokasi ledakan. Ia terjaga dari tidurnya di kamar ketika ada suara ledakan keras, serpihan kaca dari jendela rumahnya menyembur ke badannya.
"Saya buru-buru keluar bersama keluarga, karena takut ada gempa susulan," ujar dia.
Di luar, Rosalina melihat rumah milik Farel Situmorang porak-poranda. Tembok rumah jebol sampai menembus ke rumah di samping kirinya, bongkahan tembok terhempas ke rumahnya. Mobil mini bus yang terparkir di halaman rumah korban sampai mundur. Atap rumah runtuh. Rumah Rosalina termasuk yang terkena dampaknya. Plafon runtuh, jendela rusak.
Berdasarkan pantauan merdeka.com di lokasi kejadian, sedikitnya ada lima rumah rusak dan lima orang luka-luka yang kini dirawat di rumah sakit Ananda, Bekasi Barat.
Korban luka antara lain Farel Situmorang (luka bakar pada badan), David Situmorang (luka sobek pada kepala), Ibu Samsiah (luka bakar pada kaki kanan), anak perempuan pemilik rumah (luka bakar pada kaki), dan seorang tetangga Eisen Rosafel Panjaitan (luka robek pada kepala,hidung, jidad, pipi kanan, paha kanan dan kiri memar).
Diberitakan sebelumnya, peristiwa bermula pemilik rumah Farel Situmorang (59) bangun pukul 04.00 WIB. Ia lalu menuju ke dapur untuk menyalakan kompor gas karena hendak memasak air.
Rupanya kompor tak menyala ketika Farel memutar pemantik. Karena itu, dia kembali memutar pemantik untuk menyalakan kompor. Tapi, bukannya menyala justru terjadi ledakan dahsyat di rumahnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya