Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tertipu pesan tiket via BBM, 64 orang terlantar di Bandara Soetta

Tertipu pesan tiket via BBM, 64 orang terlantar di Bandara Soetta Penipuan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 64 calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta tertipu perusahaan biro perjalanan daring (online). Cita-cita mereka buat pulang ke kampung halaman saat libur Natal dan tahun baru 2016 pun kandas.

Mereka baru sadar telah tertipu pada Kamis (24/12), sekitar pukul 22.30 WIB. Para korban yang merupakan satu rombongan itu mulai gaduh dan saling menyalahkan di Terminal 1, Bandara Soekarno-Hatta. Petugas yang melihat kegaduhan menyambangi rombongan tersebut.

Asril, salah seorang korban, mengatakan kepada polisi mereka merupakan peserta seminar di Bandung. Usai ikut seminar, mereka hendak pulang ke kampung masing-masing dengan memesan tiket pesawat lewat Biro Perjalanan Arafah. Pemesanan dilakukan via Pesan BlackBerry (BBM).

"Kami memesan tiket pada seseorang yang mengaku dari Travel Arafah via BBM. Uang sudah ditransfer, tapi saat kita ke bandara, orangnya malah tidak datang. Kita sudah hubungi pihak travel, tapi nomor ponselnya tidak aktif," kata Asril, Jumat (25/12).

Humas Polresta Bandara Soekarno Hatta, AKP E Sutrisna mengatakan, kontak Travel Arafah didapat oleh Asril. Sementara yang memesan tiket adalah ketua rombongan, Samsiah.

"Mereka memesan tiket pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta ke sejumlah wilayah kampung halaman masing-masing anggota," ucap Sutrisna.

Sejumlah tiket dipesan di antaranya tujuan Makasar sebanyak 57 orang, Jayapura tiga orang, dan Kendari empat orang.

Kemudian, pembayaran tiket ditransfer melalui ATM di wilayah Bandung. Mereka lantas tiba di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, pihak rombongan tidak bisa menghubungi Travel Arafah hingga pukul 19.00 WIB.

"Dari sana mereka mulai resah, sehingga perwakilan rombongan Samsiah, Asril, dan Aryandi mendatangi Polres Bandara. Mereka hanya menyampaikan apa yang terjadi. Namun, belum membuat laporan resmi," kata Sutrisna.

Mereka mengaku akan berkonsultasi dulu dengan tempat mereka bekerja yang mengadakan seminar di Bandung. Sementara itu, mereka memutuskan bermalam dulu di salah satu rumah anggota rombongan, di daerah Kutabumi Elok, Kabupaten Tangerang. Rombongan pun diangkut oleh bus Brimob.

"Meski puluhan korban tersebut tidak membuat laporan resmi, Kapolres Bandara Soekarno Hatta, AKBP Roycke Harry Langie, memerintahkan Kasat Reskrim untuk melidik intensif kasus penipuan tiket online tersebut. Sebab sudah merugikan dan meresahkan masyarakat," ujar Sutrisna.

Kerugian atas tindakan penipuan tersebut ditaksir mencapai Rp 30 juta. Kepolisian mengimbau warga atau calon penumpang lebih berhati-hati atas pemesanan tiket melalui dunia maya. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP