Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tersesat di Gunung Perkison, 1 orang kritis 2 meninggal dunia

Tersesat di Gunung Perkison, 1 orang kritis 2 meninggal dunia Ilustrasi Pendaki Gunung. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Satu korban kritis di Gunung Perkison berhasil diselamatkan oleh tim SAR Gabungan. Saat ini tim sedang melakukan persiapan untuk mengevakuasi dua jenazah di lereng gunung.

"Alhamdulillah, tadi malam satu orang korban kritis sudah terselamatkan. Tinggal dua jenazah lagi, kini masih berada di atas lereng gunung," kata Kepala Kantor SAR Aceh Suyatno di Kutacane, Aceh Tenggara kemarin.

Tim pencarian berjumlah 21 orang, terdiri 17 orang tim gabungan dan empat warga setempat, telah turun dari kaki pegunungan setempat bersama korban kritis bernama Bentol (60), warga Desa Tenembak Alas, Kecamatan Deleng Pokhisen, Kabupaten Aceh Tenggara.

Sedangkan dua jenazah bernama Munjir (33) berasal dari Banda Aceh dan Sembiring (40) asal Medan, Sumatera Utara, telah diletakkan pada tempat aman di atas lereng gunung.

"Memang dalam upaya pencarian dan penyelamatan, terpenting adalah korban masih hidup. Setelah itu, baru kita rencanakan lagi untuk melakukan evakuasi jenazah," ucap dia.

Dalam melakukan evakuasi dua orang jenazah tersebut, lanjut Suyatno, pihaknya menempuh jalur melalui darat, meski harus dilalui perjalanan dengan medan yang cukup berat.

"Kita rencanakan lagi dengan matang, satu atau dua hari ini. Lalu tim gabungan, berangkat lagi ke gunung untuk lakukan evakuasi. Jika medan berat, kita upayakan via udara," tuturnya.

"Kami telah berkoordinasi dengan tim Basarnas (Badan SAR Nasional) untuk menyiagakan helikopter, jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Jarak tempuh Medan ke Kutacane cuma 35 menit dengan heli," ujar Suyatno lagi.

Sebelumnya tim pertama menemukan seorang korban dari lima yang dicari atas nama Ayuman Sastra (30) warga Desa Liang Pangi, Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara, dalam keadaan selamat, Minggu (1/1).

Disusul tim kedua pada Rabu (4/1), namun mengalami kendala peralatan komunikasi dan terpaksa menempuh jalur cukup ekstrem, sehingga memutuskan untuk kembali Sabtu (7/1).

Terakhir tim ketiga berangkat Ahad (8/7), dengan sasaran mencari empat korban dan menemukan satu korban atas nama Jalal (40) warga Desa Terutung Payung, Kecamatan Bambel dalam keadaan selamat.

Arta (36), warga Terutung Payung, Bambel, sebagai korban yang selamat melaporkan pada Sabtu (31/12), dia tersesat dan menderita kelaparan bersama kelima orang rekannya karena mencari kayu gaharu di pegunungan Perkison.

Kayu gaharu atau bahasa latin aquilaria malaccensis memiliki tinggi pohon 40 meter, dan diameter 60 centimeter mengandung resin beraroma wangi yang dipakai campuran untuk membuat parfum. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP