Tersangka Pembunuh Bos Ayam Goreng Sakit Hati: Dimaki-maki Setoran Kurang Rp4 Ribu
Merdeka.com - HK (21) nekat melakukan aksi pembunuhan terhadap bosnya sendiri, MIM (30) pemilik warung ayam goreng lantaran lantaran permasalahan gaji dan perkataan korban yang kerap membuat sakit hati.
Seperti diketahui HK bersama temannya MA (14) baru bekerja di warung ayam MIM baru selama lima hari, namun melakukan rencana pembunuhan pada hari ketiganya.
Pada saat hari pertama bekerja kedua pelaku sudah mendapatkan teguran dari MIM mengenai SOP bekerja. Teguran itu pun yang dirasa membuatnya sakit hati yang sudah datang jauh dari kampung untuk bekerja.
"Mulai kerja saya diajarin SOPnya kaya gini, saya ikutin sama temen saya, kata dia 'salah', saya bilang gini 'teteh tadi ngajarin kaya gini' sama saya gituin," ujar pengakuan MK yang di kutip dari unggahan Instagram Ditkrimum Polda Metro Jaya yang dikutip, Kamis (23/2).
HK menegur rekannya MA lantaran cara kerjanya tidak sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh MIM. Namun pada saat itu korban yang memperhatikan mengomeli keduanya.
Saat itu MIM menegur cara kerja kedua pelaku lantaran dapat membuat kualitas dagangannya tidak bagus. Alhasil pemilik dagangan ayam goreng itu pun kesal dan akan memotong gaji dua karyawannya yang sebelumnya sudah di sepakati.
"Kalo kaya gini ayam gue pada rusak digorengnya' dia bilang gitu. 'Lu sebenarnya niat kerja apa kagak'," cerita HK sambil menirukan suara MIM.
" 'Lu sebenarnya niat kerja apa kagak' katanya. saya bilang 'saya jauh-jauh dari kampung nyari ongkos kesini buat niat kerja teh' saya gituin 'kalo enggak niat kerja hari ini lu pulang'. 'Masa kerja disuruh pulang, ongkosnya kn enggak ada' saya gituin," ungkap HK.
" 'Gimana kalau gajinya Rp 1 juta Rp 1 juta, jadi Rp 2 juta,' berdua dia bilang gitu. Kan pertama deal-dealannya satu orang Rp 2 juta," sambung dia.
Berlanjut pada hari kedua, HK dan MA kembali mendapatkan perkataan yang tidak menyenangkan dari MIM. Pada kali ini kedua korban ditegur lantaran setoran dagangan miliknya kurang Rp 4 ribu rupiah.
Dari dasar itulah yang membuat HK naik pitam hingga akhirnya merencanakan pembunuhan.
"Terus hari kedua masalah setoran kurang Rp 4 ribu dia ngomel-ngomel 'kalo kaya gini caranya lu yang rugi, lu mau dipotong gaji'," cerita HK.
"Yaelah gaji cuman sejuta aja dipotonging melulu, Nah dari situ saya mulai mikir ada rencana Pembunuhan," keluh pelaku sambil yang sudah merencanakan pembunuhan.
Sakit Hati Jadi Motif Pembunuhan Pelaku
Belakangan diketahui, motif pelaku menghabisi nyawa korban karena sakit hati.
"Motif dari pengakuan tersangka adalah karena sakit hati terkait dengan gaji, perlakuan," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi melalui konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/2).
Namun demikian, motif itu masih dugaan. Sebab, pelaku juga baru beberapa hari bekerja pada MIM.
"Karena baru kerja 5 hari," singkat Hengki.
Untuk melancarkan aksi pembunuhannya, disebut Hengki pelaku menghantamkan sebuah tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram hingga akhirnya korban tewas di dalam ruko Jalan Raya Kemejing, Kampung Kemejing RT 3 RW 4, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Temuan tersebut berdasarkan pihak polisi yang telah melakukan olah TKP.
"Ditemukan tabung gas elpiji 3 kg berlumuran darah, diduga digunakan untuk memukul korban," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya.
Akibat dari hantaman gas elpiji tersebut, Hengki mengatakan korban mendapatkan luka parah di bagian kepala hingga menyebabkan tewas.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua pelaku dikenakan pasal 340 KUHP Jo 365 KUHP dan pasal 328 KUHP tentang penculikan, pembunuhan berencana, dan kemudian pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal mati dan 20 tahun pidana.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya