Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tersangka pembantaian aktivis Lumajang bertambah jadi 22 orang

Tersangka pembantaian aktivis Lumajang bertambah jadi 22 orang Petani dibunuh di Lumajang. ©LBH Jakarta

Merdeka.com - Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, tersangka kasus pembantaian sadis dua petani Desa Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang yang menolak adanya penambangan pasir liar di daerahnya bertambah jadi 22 orang.

"Dari kasus ini kita sudah olah tempat kejadian Perkara (TKP) dan sudah periksa saksi. Tersangka sudah 22 orang," kata Argo saat dihubungi merdeka.com, Selasa (29/9).

Argo mengaku akan mengusut tuntas kasus pembantaian ini. Pihaknya tidak akan tinggal diam akan insiden yang menewaskan aktivis Lumajang Salim atau yang akrab disapa Si Kancil di depan umum.

"Ke depan akan mendalami sampai tuntas," ujarnya.

Terkait keterlibatan perusahaan pertambangan yang dikabarkan menjadi penyebab pembantaian dua warga Lumajang, Argo mengatakan polisi belum bisa memastikan apakah ada keterlibatan perusahaan tersebut.

"Dari hasil olah TKP kita tidak bisa klaim bahwa ada keterlibatan perusahaan pertambangan," tandasnya.

Diketahui, pada 26 September lalu, sekitar 40 orang pro penambangan pasir menjemput paksa dan menganiaya warga Desa Selok Awar-Awar, Tosan di rumahnya. Usai menganiaya Tosan, gerombolan ini kemudian mendatangi rumah Salim Kancil, yang berada sekitar dua kilometer dari balai desa setempat.

Tubuh Salim diikat dan diseret menuju balai desa dengan disaksikan warga setempat. Di balai desa, Salim disiksa dan disetrum dengan listrik hingga tewas.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP