Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teror kelompok bersenjata di Papua kian bikin resah

Teror kelompok bersenjata di Papua kian bikin resah Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua anggota Brimob Detasemen B Timika mengalami luka tembak usai diberondong tembakan saat melakukan patroli sekitar Gunung Sangker Kalibua, Kampung Utikini, Tembagapura, Sabtu (21/10) siang. Kedua korban adalah Brigpol Mufadol dan Barada Alwin.

Brigpol Mufadol, luka tembak di kaki kiri. Sedangkan Barada Alwin, luka tembak di perut hingga serpihan peluru mengenai tulang paha kanan, lambung dan kandung kemih.

Kepolisian daerah Papua menyebut mobil dinaiki keduanya saat patroli mendadak diserang kelompok kriminal bersenjata pimpinan Sabinus Waker. Sempat terjadi baku tembak antara kedua kubu sebelum Brigpol Mudafol dan Barada Alwin, terkena tembakan.

Keduanya kemudian dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit PT. Freeport di Tembagapura. Kondisi kedua korban dalam keadaan sadar dan sudah membaik dari kondisi sebelumnya. Namun keduanya dievakuasi ke Jakarta, pada Minggu (22/10). Evakuasi dilakukan agar anggota Brimob itu mendapat perawatan intensif di RS Polri Kramatjati.

"Kedua anggota Brimob walaupun kondisinya stabil, tetap akan diperiksa lebih lanjut mengingat luka tembak yang dideritanya," kata Kapolres Mimika AKBP Viktor Makbon.

Pihak kepolisian langsung memburu kelompok Sabinus Waker. Namun perburuan yang berujung baku tembak itu memakan korban tewas seorang anggota Brimob Detasemen B Timika, Briptu Berry Pramana Putra.

"Dari kontak senjata tersebut satu anggota Brimob Detasemen B Timika atas nama Briptu Berry Pramana Putra, mengalami luka tembak dan meninggal di TKP," kata Kabidhumas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam keterangannya kepada merdeka.com.

Baku tembak itu terjadi di derah Jembatan Utikini Tembagapura, Minggu (22/10) sekira pukul 16.00 WIT. Tim bantuan saat ini sedang melakukan evakuasi korban menuju Rumah sakit PT. Freeport Tembagapura.

"Tindakan kepolisian yang diambil melakukan evakuasi korban ke RS.PI di Tembagapura dan melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)," katanya.

Teror dilakukan kelompok bersenjata di kawasan Papua, bukan kali ini terjadi. Sebelumnya tiga kendaraan operasional milik PT Freeport Indonesia ditembak sejumlah orang tidak dikenal (OTK), saat melintas di lokasi Jalan Mil 61, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (24/9) pagi.

Akibat tembakan tersebut, kendaraan mengalami kerusakan. Namun, tidak ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa tersebut. Sementara polisi juga masih mengejar para pelaku penembakan.

"Ya masih diselidiki lah itu. Hampir setiap saat ada penembakan. Ada busnya lah, ada mobil tanki nya lah," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, Jakarta, Rabu (27/9).

Sebulan sebelumnya penembakan terjadi di ruas jalan utama tambang yang menghubungkan Timika-Tembagapura pada Kamis (17/8) terhadap kendaraan roda empat PT Freeport tepat di Mil 60. Penembakan oleh orang tak dikenal itu mengakibatkan lubang di beberapa bagian mobil PT Freeport dan seorang anggota Brimob Polda Riau yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Objek Vital atau Satgas Amole, Bharada R Arga dilaporkan terluka akibat pecahan kaca kendaraan.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar menduga kasus penembakan kendaraan PT Freeport di ruas jalan utama tambang Mil 60, Distrik Tembagapura, Mimika, diduga terkait sejumlah aksi teror sebelumnya. Boy menegaskan jajarannya telah mengidentifikasi pelaku penembakan terhadap kendaraan tersebut.

"Patut diduga ada kaitan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Kami sudah punya data-data mereka. Mereka memang selalu bergerak di antara bukit-bukit yang berada di sekitar Mil 60 sampai Mil 68. Mereka juga beroperasi di antara Kali Kabur," kata Boy Rafli di Timika, Minggu (20/8).

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP