Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teror buaya di Pantai Selatan

Teror buaya di Pantai Selatan Ilustrasi. ©istimewa/BKSDA Kalbar

Merdeka.com - Sudah lebih dari sepekan ini wisatawan maupun warga di Pantai Selatan was-was dengan penampakan buaya. Belum diketahui mengapa reptil yang hidup di air ini sering menampakkan di antara ombak.

Seperti yang terjadi di Pantai Jatimalang Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sudah berhari-hari pengunjung dikejutkan dengan sering munculnya buaya muara.

Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto membenarkan hal ini. Bahkan dia melihat langsung buaya muara tersebut. "Panjangnya kira-kira 2,5 sampai 3 meter," kata Sugiyanto.

Agar tidak mengancam keselamatan para pengunjung pantai, anggota Polsek Purwodadi memasang papan peringatan supaya pengunjung tidak mendekati bibir pantai. Selain itu sejumlah personel juga ditempatkan di lokasi.

Di kawasan Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulon Progo, DIY, juga dihebohkan dengan penampakan buaya berukuran besar. Buaya jenis muara dengan panjang mencapai 5 meter itu terlihat pertama kali oleh warga saat berada di pintu muara Bogowonto, Pantai Congot, Jumat (23/12) malam.

Koordinator SAR Wilayah V Kulon Progo, Samsudin menceritakan bahwa kemunculan buaya tersebut saat pertama kali disaksikan oleh banyak orang. Termasuk di antaranya Polisi, Satpol PP, anggota SAR dan warga.

"Saya juga melihat sendiri buaya itu. Begitu melihat ada buaya, SAR bersama petugas dari sejumlah elemen, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan pencarian keberadaan buaya itu. Usai kemunculan di pintu muara Bogowonto, buaya tersebut menghilang," ujar Samsudin ketika dihubungi, Senin (26/12).

Samsudin mengatakan bahwa keesokan harinya, Sabtu (24/12) tim kembali mencari buaya tersebut. Saat dicari, malamnya hilang di muara Pantai Congot.

"Minggu (25/12) kembali kami cari lagi. Kali ini kami membawa umpan berupa seekor itik. Karena pencarian tak berhasil maka kita hentikan pencarian buaya itu," jelas Samsudin.

Samsudin menerangkan bahwa setelah tanggal 25 Desember kemarin buaya yang dicari tak kunjung ditemukan, pencarian pun dihentikan sementara. Pasalnya, tim kemudian lebih memilih mengamankan para wisatawan yang berlibur dan mengunjungi Pantai Congot.

"Kami imbau kepada para wisatawan untuk tetap waspada dan hati-hati," pungkas Samsudin.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP