Merdeka.com tersedia di Google Play


Ternyata, Maharany dan Lutfhi bertetangga di Kramatjati

Reporter : Arbi Sumandoyo | Sabtu, 2 Februari 2013 19:43


Ternyata, Maharany dan Lutfhi bertetangga di Kramatjati
Maharani -KPK. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Maharany Suciyono (19), Mahasiswi Universitas Dr Moestopo (Beragama) yang ditangkap KPK saat sedang bersama Ahmad Fhathanah diketahui bertempat tinggal di Batu Ampar, Kramatjati, Jakarta Timur. Rupanya, kediaman gadis semampai itu terletak berdekatan dan satu wilayah Rukun Tetangga (RT) di Batu dengan kediaman mantan Presiden PKS, Lutfhi Hasan Ishaaq.

Dari penelurusan merdeka.com, Sabtu (2/2), rumah kediaman Rany hanya berbeda jalan dengan kediaman Lutfhi Hasan Ishaaq yang terletak di Jalan Batu Ampar IV No 16 RT 09 RW 03, Kramatjati, Jakarta Timur dengan jarak sekitar 150 meter. Tetapi, kondisi rumah keduanya berbeda, lantaran Rany berada di rumah sederhana sedangkan Lutfhi berada di komplek mewah yang dikenal warga sekitar sebagai Komplek PKS.

Ketua RT tempat keduanya tinggal, Sarmadi mengatakan, sesuai data miliknya, kediaman Rany dihuni oleh sang ibu bernama Engkun Kurniasih dan kakaknya bernama Anggi Kumatiyono Pratama. Sedangkan di kediaman Lutfhi, hingga saat ini tidak diketahui siapa yang tinggal di sana karena si pemilik rumah belum pernah membuat laporan ke pihak RT.

"Sampai saat ini nggak ngelapor, jadi ya nggak tahu siapa isi dari 6 rumah yang ada di dalam," kata Sarmadi.

Terkait keberadaan keluarga Rany, Sarmadi mengatakan, mereka sudah 10 tahun tinggal di lingkungannya. Sesuai data, Rany beserta ibu dan juga kakaknya tercatat masih beralamat di Komplek Inerbang No 46 RT 010 RW 003. Dia pun menjelaskan, ayah Rany yang diketahui bernama Nyocky S telah lama berpisah dengan ibunya.

"Ya kalau penuturan bu Engkun memang sudah pisah," papar Sumardi.

Maharany Suciyono (19) ikut diciduk KPK saat sedang bersama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat. Ahmad Fathanah merupakan orang terdekat Lutfhi Hasan Ishaaq (mantan Presiden PKS) yang kini mendekam di Rumah Tahanan Guntur karena diduga terlibat kasus suap impor daging sapi.

Pada saat penangkapan, KPK mendapatkan barang bukti berupa uang dalam mobil Ahmad Fathanah sebesar Rp 980 juta. Selain itu, KPK juga mengamankan uang Rp 10 juta yang diduga diperuntukkan bagi Rany.

[lia]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kasus Suap Daging, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kasus Suap Daging.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Siapa capres jadi korban poros baru bentukan SBY?
  • Penerbitan Beleid jaminan produk halal tak bisa ditunda
  • 5 Alasan yang bisa jelaskan Aceng Fikri lolos ke Senayan
  • Vidi Aldiano sakit hati saat pertama menetap di Inggris
  • 5 Cawapres ini galau tunggu dipinang capres
  • 50 Tahun, Nia Daniati tetap cantik
  • Manuver Prabowo cari cawapres
  • 5 Fakta seksi tentang pusar yang jarang diketahui
  • Kekecewaan dan perlawanan Dahlan saat SBY gagalkan akuisisi BTN
  • KakaoTalk rilis emoticon yang angkat rutinitas orang Indonesia
  • SHOW MORE