Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Termakan bujuk rayu dukun pendatang uang triliunan

Termakan bujuk rayu dukun pendatang uang triliunan Dukun Palsu. ©2018 Merdeka.com/Adi Nugroho

Merdeka.com - Dua pria pengangguran dijebloskan ke sel tahanan Polsek Bekasi Timur, Kota Bekasi. Suhendi (29) dan adiknya Kardiono (21) diketahui melakukan penipuan modus dukun palsu pendatang uang.

Sejauh ini baru dua orang yang melapor menjadi korban penipuan, dengan kerugian hingga Rp 85 juta. Keduanya adalah IM (40) dengan kerugian Rp 25 juta, sedangkan BK kerugiannya Rp 60 juta.

Modus penipuan mirip Kanjeng Dimas Taat Pribadi. Bedanya, pelaku mengaku bisa mendatangkan uang tunai hingga triliunan rupiah. Korban pun langsung tergiur dengan rayuan manis tersebut.

"Modus tersangka mengaku bisa mendatangkan uang dalam jumlah yang banyak, bahkan korban dijanjikan dapat uang hingga triliunan rupiah," kata Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Parjana, Sabtu (3/1).

Parjana mengatakan, kasus itu terbongkar setelah korban BK, curiga dengan janji tersangka bahwa kamar rumahnya di Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu bakal dipenuhi uang setelah tiga bulan tak boleh dibuka.

"Ketika dibuka, memang tidak ada uang sama sekali. Pelaku pun akhirnya ditangkap," kata Parjana.

Tersangka Suhendi mengaku bernama Ki Raden Gendeng. Agar lebih yakin, tersangka mempunyai jubah hitam berikut sorban, blankon, mirip seperti Kanjeng Dimas di Jawa Timur, serta sejumlah perlengkapan lainnya seperti wayang golek.

Guru Besar Sosiologi Ibnu Khaldun, Musni Umar melihat kejadian seperti ini terus berulang karena minimnya ilmu pengetahuan yang dimiliki para korban. Ditambah lagi kondisi yang makin susah membuat mereka sulit untuk bangkit.

Ketika muncul tawaran menggiurkan, kata Musni, masyarakat dengan mudah percaya. Padahal, kasus serupa sudah sering kali terjadi. Tidak hanya dari kalangan bawah, orang yang memiliki uang juga tergiur.

"Ada juga yang tidak susah ingin tingkatkan kehidupan. Keserakahan ingin cepat kaya memanfaatkan dukun," kata Musni saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (3/2).

Fakto keimanan, menurut Musni juga berpengaruh. Orang-orang yang sudah terlena berkhayal uangnya akan bertambah dengan cara mudah. "Itu karena nafsu, akhirnya mengalahkan cari berpikir sehat," tuturnya.

Musni mengingatkan tidak ada yang praktis untuk meraih kesuksesan. "Jangan percaya dengan cara seperti itu. Kalau mau sukses kerja atau berbisnis," tuturnya.

Hasil pemeriksaan sementara ada sekitar enam orang yang menjadi korban tipu muslihat tersangka dengan modus bisa mendatangkan uang dalam jumlah banyak. Kepolisian mengimbau agar korban melapor ke polisi.

"Ngakunya lebih sakti lagi ke korban, karena bisa mendatangkan uang dengan jumlah banyak. Padahal itu hanya tipu muslihat tersangka," kata Kanit Reskrim Polsek Bekasi Timur, Iptu Yusron.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. Barang bukti disita berupa dua wayang golek, dua samurai, tongkat, jubah, sorban putih, kotak kecil panjang, bakul, blangkon, tasbih, lilin bekas, dupa, kain mori, dan buku tulis.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP